Kelompok bersenjata buang 35 jenazah di Veracruz, Meksiko

Sumber gambar, Reuters
Sekelompok pria bersenjata di Meksiko yang mengenakan topeng meninggalkan begitu saja 35 jenazah dalam dua truk di dekat sebuah pusat pertokoan di kota Boca del Rio, negara bagian Veracruz.
Pihak berwenang mengatakan sejumlah jenazah dalam keadaan tangan terikat dan terlihat tanda-tanda penyiksaan.
Tujuh dari jenazah sudah diidentifikasi sebagai orang yang terlibat dalam jaringan kejahatan yang berkaitan dengan narkotika dan obat terlarang.
Tahun lalu, dua kartel narkoba, Gulf dan Zetas, berperang untuk merebut kendali atas wilayah Veracruz.
Jaksa Agung Veracruz, Jenderal Reynaldo Escobar Perez, mengatakan jenazah itu berada di dalam truk dan sebagian ditaruh di jalanan. Dia tidak menyebutkan keanggotaan kartel dari para korban.
Presiden Meksiko, Felipe Calderon, sudah menegaskan tekad pemerintah untuk membasmi kelompok penjahat pada tahun 2006 dan sejak itu kekerasan yang berkaitan dengan narkoba justru meningkat.
Pihak berwenang menyatakan 35.000 orang tewas sejak tahun 2006 dalam kaitan dengan kejahatan narkoba.
Setelah penjara bobol
Insiden yang mengerikan itu disaksikan oleh sejumlah pengguna lalu lintas karena para penjahat bertopeng sempat menutup jalan dan mengarahkan senjata api kepada para pegguna lalu lintas lain untuk berhenti.
"Mereka bukan tentara ataupun polisi" seperti ditulis seorang saksi dalam pesan Twitter.
Beberapa laporan media menyebutkan sebagian korban adalah para narapidana yang lari dari tiga penjara di Veracruz, namun pihak berwenang membantah.
Hari Senin (19/09) 32 narapidana melarikan diri dan polisi dilaporkan sudah menangkap 14 diantaranya.
Lolosnya narapidana dari penjara-penjara Meksiko sering terjadi karena keamanan penjara yang lemah dan juga karena intimidasi maupun suap pada petugas penjara oleh narapidana kasus narkoba.
Petugas penjara yang menolak suap yang justru menderita aksi kekerasan dan Mei 2011 wakil kepala penjara di negara bagian Durango ditemukan tewas dibunuh.
Pelarian terbesar pada Desember tahun lalu ketika lebih dari 140 narapidana lari dari penjara di Nuevo Laredo.









