UU larangan gay militer di AS dicabut

us army
Keterangan gambar, Gay yang mendaftar ke militer AS semakin meningkat setelah pencabutan larangan gay.

Sebuah kebijakan yang melarang militer AS secara terbuka mengaku sebagai homoseksual akhirnya dicabut.

Pencabutan kebijakan yang dikenal dengan istilah ''jangan tanya, jangan bilang'' ini berarti membuat seorang anggota militer AS yang gay bisa mengaku tanpa ada ketakutan atas penyelidikan atau dipecat.

Juru bicara Pentagon George Little kepada wartawan mengatakan Departemen Pertahanan sepenuhnya siap untuk pencabutan, dan 97% anggota militer telah dilatih untuk menghadapi undang-undang baru ini.

Sebenarnya Kongres AS telah memungut suara terkait pencabutan undang-undang ini tetapi baru bisa dilaksanakan saat ini.

Militer AS saat ini dikabarkan telah menerima lamaran dari kaum gay dalam beberapa minggu terakhir dan akan segera memproses perekrutan.

Militer juga telah mempublikasikan sebuah revisi peraturan, tanpa ada referensi larangan terhadap anggotanya yang homoseksual.

Semua penyelidikan, pemecatan dan sanksi administrasi lainya terkait undang-undang larangan gay di militer juga telah dicabut.

Persamaan hak

Bagi mereka yang pernah dipecat dengan menggunakan peraturan undang-undang jangan tanya jangan bilang juga akan didaftar ulang.

Tetapi standar terkait masalah pribadi, seperti menyinggung publik karena memamerkan kemesraan di umum, tidak akan diubah.

"Negara kita sekarang akhirnya telah menutup pintu atas ketidakadilan yang mendasar bagi gay dan lesbian, dan akhirnya menegaskan persamaan bagi semua warga Amerika,'' kata Nancy Pelosi, anggota Kongres, seorang Demokrat dari California yang memimpin upaya pencabutan undang-undangan larangan gay di militer tersebut.

Meski demikian sejumlah anggota Kongres masih menyatakan menolak pencabutan, dengan alasan bisa mengganggu efisiensi dan disiplin di militer.

Setelah undang-undang ''jangan tanya, jangan bilang'' dicabut Kongres Desember silam, Presiden Barack Obama, Menteri Pertahanan Leon Panetta dan Panglima Militer AS Laksamana Mike Mullen menyatakan bahwa anggota militer yang terbuka menyatakan diri sebagai gay, tidak akan mengganggu militer.