Keuntungan Toyota turun 99% dalam satu kuartal

Toyota

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Walau keuntungan April-Juni anjlok, Toyota meningkatkan perkiraan penjualan tahunan.

Toyota Motor melaporkan penurunan 99% keuntungan dalam satu kuartal karena dampak bencana gempa dan tsunami Maret.

Keuntungan kotor selama tiga bulan untuk periode April-Juni turun menjadi Y1,1 miliar dari Y190,4 miliar dalam masa yang sama pada tahun sebelumnya.

Sama seperti industri manufaktur Jepang lainnya, Toyota menghadapi kekurangan suku cadang karena kerusakan yang diakibatkan bencana alam tersebut atas rantai pasokan suku cadangnya.

Beberapa komponen produksi Toyota juga rusak sampai ada pabriknya yang harus menghentikan produksi sama sekali.

Walaupun keuntungan menurun hingga Juni, Toyota memperkirakan kenaikan penjualan dan keuntungan dalam masa satu tahun.

Industri mobil raksasa itu menyatakan pulih lebih cepat dari yang diperkirakan dan meningkatkan perkiraan laba kotor tahun ini dari Y280 miliar menjadi Y390 miliar.

Mereka juga meningkatkan perkiraan penjualan dari 7,2 juta menjadi 7,6 juta unit kenderaan.

Meningkatkan perkiraan

Sebanyak 4.000 pekerja sementara dikerahkan di Jepang untuk mengisi produksi yang sebelumnya berkurang.

Selain terkena dampak gempa dan tsunami, Toyota juga terpukul oleh menguatnya nilai mata uang Yen.

Perkiraan keuangan Toyota hingga Maret 2011 didasarkan pada nilai tukar Y82 untuk US$1 namun saat ini nilai tukar hanya Y77,3 untuk US$1.

Hal itu menyebabkan masalah bagi Toyota yang mengekspor lebih dari setengah mobil produksinya di Jepang karena pemasukan dalam Yen menjadi berkurang.

Bagaimanapun Toyota berkeras untuk meningkatkan struktur pemasukan secara global.

"Toyota tetap berkomitmen untuk meningkatkan struktur pemasukan global melalaui aktifitas pengurangan biaya yang memiliki catatan baik dan menggunakan setiap kesempatan untuk meningkatkan perkiraan produksi dan penjualan," kata Takahiko Ijichi, salah seorang manajer senior Toyota.

Sementara itu dalam perkembangan terpisah, Menteri Keuangan Jepang, Yoshihiko Noda, menolak memberi komentar atas spekulasi tentang kemungkinan campur tangan pemerintah untuk menurunkan nilai, Yen.