Cina: ekstremis picu kerusuhan Xinjiang

Sumber gambar, CNS
Gelombang kekerasan di Provinsi Xinjiang, Cina barat, dilakukan oleh kelompok ekstrem Muslim yang mendapatkan pelatihan di Pakistan.
Pernyataan ini disampaikan pemerintah Cina hari Senin (1/8) setelah pecah kerusuhan terbaru di kota Kashgar pada akhir pekan yang menewaskan 15 orang.
Melalui pernyataan tertulis pemerintah lokal mengatakan pemimpin kelompok yang diduga sebagai dalang kerusuhan mengikuti pelatihan pembuatan bom di kam latihan Pakistan sebelum masuk ke Xinjiang.
Pemerintah juga mengatakan kam latihan itu dijalankan oleh Gerakan Islam Turkestan Timur, organisasi yang mengupayakan kemerdekaan Xinjiang.
Cina menyebut kelompok ini memiliki kaitan dengan al Qaida namun tidak menyertakan bukti-bukti yang mendukung pernyataan mereka.
Tanah air
Kekerasan sepanjang akhir pekan ini menambah ketegangan di kawasan Xinjiang yang menerapkan pengamanan ketat sejak terjadi kerusuhan etnik pada 2009 yang menewaskan hampir 200 orang.
Kerusuhan dua tahun lalu tersebut melibatkan para pejuang masyarakat minoritas Uigur dan etnik Han. Orang-orang Uighur, yang sebagian besar beragama Islam, menganggap Xinjiang sebagai tanah air mereka.
Masyarakat Uighur mengatakan posisi mereka makin terpinggirkan di Xinjiang seiring dengan makin masuknya orang-orang Han.
Sekretaris Partai Komunis Xinjiang Zhang Chunxian menggelar pertemuan darurat di ibukota Xinjiang, Urumqi, setelah serangan dan memerintahkan kelompok-kelompok ekstrem ditumpas.
"Warga di Xinjiang harus waspada dan bisa mengenali para teroris yang merupakan musuh kita bersama," kata Zhang Chunxian seperti dikutip kantor berita Xinhua.









