Perjanjian tukar pengungsi Malaysia-Australia

Pengungsi Burma di Malaysia

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Para pengungsi Burma di Malaysia ini sekarang punya peluang untuk hidup di Australia

Malaysian dan Australia menandatangani perjanjian pertukaran pengungsi dalam upaya menekan arus pengungsi perahu ke Australia.

Perjanjian itu akan mengizinkan Australia mengirim 800 pencari suaka ke Malaysia.

Sebagai imbalannnya, Australia akan mengambil 4.000 pengungsi dari Malaysia dalam empat tahun mendatang.

Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan perjanjian itu akan "menghancurkan model bisnis menyelundupkan orang".

Tetapi beberapa kelompok hak asasi berkeberatan dengan perjanjian tersebut.

Amnesty International mengangkat kekhawatiran bahwa Malaysia sering memperlakukan pencari suaka dengan buruk.

Kelompok itu mengatakan para pencari suaka sering ditampung dalam "sel dengan kondisi mengenaskan, diekspoitasi, dan dicambuk".

Malaysia -yang tidak menandatangani Konvensi Pengungsi PBB dan belum meratifikasi Konvensi PBB tentang penentangan penyiksaan- menampung

puluhan ribu migran gelap.

Namun Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein, yang menandatangani perjanjian itu di Kuala Lumpur, mengatakan pencari suaka akan diperlakukan sesuai dengan standar internasional badan pengungsi PBB.

"Tuduhan bahwa Malaysia tidak berbuat adil terhadap pengungsi di negaranya sepenuhnya tidak benar," katanya.

Gillard menegaskan bahwa para pencari suaka akan diperlakukan dengan baik.

Komite pemantau

"Untuk memastikan kesejahteraan pencari suaka yang dipindahkan, akan ada komite pemantau yang anggotanya termasuk dari badan pengungsi PBB (UNHCR)," katanya.

Pusat penampungan pengungsi diAustralia

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, Pencari suaka di Australia ditahan berbulan-bulan selama permohonannya dipertimbangkan

Dalam sebuah pernyataan UNHCR, yang tidak ikut menandatangani perjanjian itu mengatakan bahwa lembaga itu lebih suka Australia menangani migran di negaranya sendiri.

Berdasarkan perjanjian ini Australia sepakat untuk menanggung biaya pemindahan.

Tambahan 4.000 pengungsi yang akan diterima Australia adalah para imigran yang sudah berada di Malaysia.

Masalah pencari suaka sangat kontroversial bagi pemerintah di Australia.

Minggu lalu seorang pengungsi yang ditahan di Pulau Christmas melancarkan aksi protes selama beberapa malam menuntut perbaikan kondisi dan perlakuan.

Dalam beberapa hari terakhir ini media setempat juga melaporkan aksi mogok besar-besaran di pusat penampungan di Queensland, aksi protes di atas atap di penampungan di Darwin, dan sebuah perahu yang membawa 47 pencari suaka disergap di lepas pantai Australia.

Saat ini ada lebih dari 6.000 pencari suaka di tempat-tempat penampungan di Australia yang berasal dari negara-negara termasuk Iran, Irak, Vietnam, Sri Lanka, dan Afghanistan.

PBB sebelumnya mengecam Australia karena menahan para pencari suaka ketika permohonan mereka sedang dipertimbangkan.

Para migran itu ditahan selama berbulan-bulan di pusat penampungan di Pulau Christmas sekitar 2.400 km dari daratan utama Australia dan fasilitas-fasilitas lainnya.