Al-Qaeda kukuhkan Osama bin Laden tewas

Al-Qaeda mengukuhkan kematian pemimpinnya, Osama bin Laden, seperti disebutkan dalam satu pernyataan yang dikeluarkan kelompok itu dan dimuat di forum-forum internet militan.
Pernyataan itu menyebutkan darah Osama tidak akan "sia-sia" dan bahwa al-Qaeda akan terus menyerang Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.
Kematian Bin Laden akan menjadi "kutukan" bagi AS dan mendesak agar dilakukan pemberontakan di Pakistan, kata pernyataan itu menambahkan.
Bin Laden ditembak mati hari Senin ketika pasukan komando AS menyerbu komplek rumahnya di kota Abbottabad, dekat dengan komplek akademi militer Pakistan.
Sejumlah unjuk rasa dilakukan di segenap pelosok Pakistan hari Jumat sebagai protes terhadap serangan hari Senin itu.
Pernyataan tersebut menambahkan, akan segera diedarkan rekaman suara pemimpin al-Qaeda itu yang berbicara seminggu sebelum kematiannya.
Mengejar Amerika
"Darah Osama akan tetap ada, dengan izin Allah Yang Maha Kuasa, kutukan yang akan mengejar Amerika dan agen-agennya, dan akan mengejar mereka di dalam atau di luar negara-negara mereka," demikian bunyi pernyataan tersebut.
"Kegembiraan mereka akan menjadi dukacita dan darah mereka akan bercampur dengan air mata. Kami menyerukan kepada kaum Muslimin di Pakistan tempat Sheikh Osama terbunuh, agar bangkit dan memberontak."

Sumber gambar, Other
Para wartawan mengatakan banyak orang Pakistan marah terhadap apa yang mereka lihat sebagai pelanggaran kedaulatan negara mereka oleh AS.
Mereka juga mengkritik pemerintah Pakistan karena mengizinkan operasi komando itu terjadi, meskipun para pejabat membantah bahwa mereka mendapat pemberitahuan.
Sekitar 1.000 orang berkumpul di pusat kota Abbottabad selesai sholat Jumat, lapor kantor berita AFP.
Mereka membakar ban, menutup jalan utama dan meneriakkan "Ganyang, ganyang Amerika!" dan "teroris, teroris, Amerika teroris".
Sentimen anti-Amerika juga tampak tinggi di dalam protes yang sama di kota Quetta di barat daya, ibu kota Provinsi Baluchistan.









