Kaisar Jepang Akihito cemaskan rakyatnya

Kaisar Akihito

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Kaisar Akihito mengharapkan rakyat Jepang saling membantu untuk korban gempa dan tsunami

Kaisar Jepang Akihito mengatakan "sangat cemas" mengenai krisis yang dihadapi negaranya setelah gempa dan tsunami Jumat pekan lalu.

Dalam penampilan yang jarang terjadi, Akihito muncul dalam siaran langsung televisi memberikan komentar pertamanya di depan umum. Dia mengatakan berdoa bagi rakyatnya.

Kaisar berbicara setelah para teknisi dipaksa meninggalkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang lumpuh untuk sementara waktu.

Gempa berkuatan 9 disertai tsunami ini menewaskan ribuan orang.

Stasiun-stasiun televisi menghentikan siarannya saat Kaisar tampil dengan wajah sedih yang melukiskan bencana alam ini "dalam skala yang luar biasa".

Kaisar yang berusia 77 tahun mengatakan, "Dari lubuk hati terdalam, saya harap rakyat saling membantu, saling merawat dengan kasih sayang dan mampu menghadapi masa-masa sulit ini."

Akihito mengatakan dia berdoa bagi semua korban gempa dan tsunami dapat diselamatkan.

Ribuan orang hilang dan sedikitnya 10.000 orang dikhawatirkan meninggal setelah tsunami dan gempa meratakan sebagian wilayah pantai timur laut Jepang.

Sementara itu para teknisi berusaha mencegah bencana nuklir di PLTN Fukushima Daiichi.

Rabu pagi, kebakaran terjadi lagi di reaktor Fukushima sedangkan asap dan uap mengepul dari bagian lain reaktor.

Pihak berwenang telah menggunakan helikopter untuk mendinginkan pembangkit nuklir ini.

PLTN yang terletak 220 kilometer utara Tokyo mengalami ledakan hari Sabtu (12/3).