Keamanan ketat warnai pemakaman Salman Taseer

Pakistan punjab
Keterangan gambar, Malik Mumtaz Hussein Qadri mengaku menembak Salman Taseer

Pakistan dalam keadaan siaga penuh selama acara pemakaman gubernur propinsi Punjab, Salman Taseer, di Lahore.

Ribuan orang berkumpul di Lahore untuk menghadiri pemakaman Taseer yang merupakan politisi liberal yang paling berani berbicara.

Perdana Menteri Yusuf Raza Gilani menyatakan tiga hari berkabung nasional dan meminta warga untuk tetap tenang.

<link type="page"><caption> Salman Taseer ditembak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/01/110104_punjabmurder.shtml" platform="highweb"/></link> oleh salah satu pengawalnya yang marah karena pandangannya menentang Undang-Undang Penghinaan agama Paksitan.

Gubernur -yang juga anggota senior Partai Rakyat Pakistan yang berkuasa sebelumnya- membuat marah kaum Islamis karena meminta pengampunan bagi seorang wanita Kristen yang dijatuhi hukuman mati karena menghina agama Islam.

Namun sejumlah pemimpin agama memuji pelaku penembakan dan meminta agar warga memboikot upacara pemakaman di Lahore.

Lima ratus ulama dari sekte Barelvi Sunni yang moderat memperingatkan warga yang menyatakan berduka atas pembunuhan ini akan bernasib sama.

Salman Taseer
Keterangan gambar, Salman Taseer meminta pengampunan bagi wanita Kristen yang dihukum mati

"Muslim tidak boleh menghadiri pemakaman atau mencoba berdoa untuk Salman Taseer atau bahkan mengemukakan rasa penyesalan atau simpati atas insiden ini," ujar pernyataan tertulis Jamaat-e-Ahl-e-Sunnat Pakistan.

Pernyataan itu menegaskan siapapun yang mengemukakan simpati atas kematian seorang penghina agama Islam berarti juga melakukan penghinaan agama.

Pelaku ditangkap

Salah satu pengawal Taseer, Maluk Mumtaz Hussein Qadri, ditahan setelah penembakan yang berlangsung di Pasar Kohsar, Islamabad.

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rehman Malik, mengatakan pengawal itu mengaku melakukan pembunuhan tersebut.

Kini polisi sedang menanyai rincian pengamanan Taseer dan juga menyelidiki pengaturan keamanannya.

"Kami akan menyelidiki apakah ini dilakukan oleh satu individu atau ada organisasi di belakangnya," ujar Rehman Malik.

Wartawan BBC mengatakan pertanyaan yang harus dijawab saat ini apakah pelaku bertindak sendiri dan mengapa anggota tim keamanan Taseer yang lain tidak mencoba mencegah penembakan.

Sejauh ini belum ada penjelasan memuaskan mengenai mengapa pengawal itu bisa menghabiskan dua magasin senjata otomatisnya ke arah Salman Taseer tanpa ditembak oleh pengawal lainnya.