Ledakan ranjau darat tewaskan 14 orang

ranjau darat
Keterangan gambar, Diperkirakan masih ada 4 hingga 6 juta ranjau di Kamboja

Ledakan ranjau darat sisa-sisa perang saudara di Kamboja menewaskan 14 orang.

Para korban, salah seorang di antaranya anak perempuan berusia satu tahun, tengah dalam perjalanan pulang dari ladang cabai, ketika traktor rakitan mereka melewati ranjau.

Sopir traktor memilih jalan pintas dengan melewati lahan yang dulu menjadi ajang pertempuran sengit antara kelompok Khmer Merah dan tentara pemerintah.

Kepala kepolisian wilayah Banan menyebut kecelakaan ini sebagai tragedi.

"Sangat menyedihkan 14 orang dari satu keluarga meninggal," kata Buth Sambo, kepala kepolisian Banan kepada kantor berita AFP.

Data resmi menunjukkan ranjau-ranjau seperti ini memakan korban setiap pekan.

Belum lama ini, ledakan di provinsi Battambang menyebabkan lima keluarga mengalami luka dan cacat seumur hidup.

Jutaan ranjau

Pemerintah mengatakan hingga Oktober lalu, jumlah tewas akibat ledakan ranjau tahun ini mencapai 53 orang, sementara korban sejak 1979 tercatat 63.754 orang.

Tim internasional bersama pemerintah Kamboja telah menjinakan 2,7 juta ranjau, namun masih ada sekitar 4 hingga 6 juta ranjau yang sewaktu-waktu bisa mengancam jiwa warga.

Ledakan terbaru ranjau darat di Kamboja terjadi tidak lama setelah digelar konferensi internasional tentang pelarangan bom curah di negara tetangga Laos.

Delegasi yang hadir dalam konferensi ini mengatakan, tiga bulan setelah dikeluarkan konvensi pelarangan bom curah, sejumlah negara memulai penghancuran bom tersebut.

Lebih dari 100 negara menandatangani konvensi antibom curah.

Bom curah yang tidak meledak "beralih fungsi" menjadi ranjau darat yang mengancam jiwa manusia hingga bertahun-tahun setelah bom tersebut dijatuhkan dari udara.