Markas AS tetap di Okinawa

Markas AS di Okinawa
Keterangan gambar, Markas militer kontroversial AS di Okinawa

Jepang dan Amerika Serikat sepakat untuk memindahkan markas militer AS yang kontroversial ke bagian lain pulau Okinawa Jepang selatan.

Kedua pihak menyatakan markas Futenma akan dipindahkan dari tempat sekarang di kawasan perkotaan ke daerah yang lebih sepi di pulau tersebut.

Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama yang terpilih tahun lalu berjanji memindahkan markas ke luar Okinawa.

Penduduk setempat marah karena dia ingkar janji.

Hatoyama mengatakan kepada para wartawan: "Kami akan berhasil mencapai kesepakatan masalah Futenma pada akhir bulan Mei."

Dia mengacu kepada batas waktu yang ditetapkannya sendiri dalam mengatasi masalah ini.

Langkah memalukan

Peta Okinawa
Keterangan gambar, Pulau Okinawa di Jepang selatan

Dalam pernyataan bersama, AS dan Jepang menyebutkan: "memastikan keinginan untuk memindahkan fasilitas Kamp Schwab daerah Henoko-saki dan wilayah laut sekitarnya.

Persekutuan AS-Jepang tetap berlaku tidak hanya untuk melindungi Jepang, tetapi juga perdamaian, keamanan ,dan kemakmuran wilayah Asia-Pasifik.

Dalam kaitannya dengan peningkatan ketegangan semenanjung Korea, pernyataan tersebut menambahkan: "Perkembangan keadaan keamanan baru-baru ini di Asia timur laut memastikan pentingnya persekutuan ini."

Pernyataan bersama ini adalah suatu kepastian resmi bahwa perdana menteri Jepang tidak lagi berusaha memindahkan markas Futenma dari Okinawa atau Jepang.

Wartawan BBC di Tokyo Roland Buerk mengatakan penolakan operasional dari AS -dan penolakan penduduk pulau lain untuk menjadi lokasi pangkalan yang baru- memaksa perdana menteri untuk mengambil langkah yang dianggap memalukan.

Okinawa merupakan pangkalan bagi 47.000 pasukan Amerika Serikat dan beberapa insiden membuat penduduk Okinawa marah, antara lain pemerkosaan atas seorang anak perempuan yang berusia 12 tahun oleh tentara AS.