Filipina gelar pemilihan nasional

Tentara bersenjata dikerahkan untuk mengamankan pemilihan
Keterangan gambar, Ribuan tentara bersenjata dikerahkan untuk mengamankan pemilihan

TPS telah dibuka di pemilihan nasional dan daerah di Filipina setelah tiga bulan kampanye gencar.

Para pemilih akan menentukan presiden dan wakil presiden baru, di samping 17.000 jabatan publik lain.

Benigno Aquino, putra mantan presiden, Cory Aquino, unggul di jajak pendapat, tapi mantan presiden Joseph Estrada juga mencalonkan diri.

Salah satu kekhawatiran utama apakah komputer pemungutan suara otomatis akan bisa mengatasi tugas yang begitu kompleks.

Sekitar 50 juta warga Filipina berhak ikut dalam pemilu kali ini.

Selain Benigno Aquino dan Josep Estrada, calon presiden lain yang dianggap memiliki peluang berarti adalah Manny Villar, salah satu orang terkaya di Filipina.

Senator, anggota badan legislatif dan pejabat daerah dipilih dalam pemilihan yang sama.

Banyak calon pejabat berasal dari elit bisnis dan politik Filipina
Keterangan gambar, Banyak calon pejabat berasal dari elit bisnis dan politik Filipina

Mereka semua melancarkan kampanye gencar dalam beberapa pekan terakhir, tapi masalah yang mendominasi teras berita adalah mesin pemungutan suara otoamtis yang digunakan untuk kali pertama dalam pemilihan di Filipina.

Beberapa gangguan teknis telah ditemukan dan para pengecam khawatir bahwa hasil penghitungan suara mungkin tidak akurat.

Pemilihan Filipina sering dibayangi tindak kekerasan, dan puluhan orang terbunuh dalam beberapa bulan menjelang hari pemilihan.

Pasukan keamanan Filipina turun di jalan-jalan dalam jumlah besar untuk mencoba mencegah pertumpahan darah terjadi lagi, tapi ada kekhawatiran mengenai reaksi yang akan muncul jika sistem komputer pemberian suara tidak berjalan seperti dikehendaki.