AS tekan ekonomi Iran

iranus
Keterangan gambar, Salah satu kelemahan Iran adalah ketergantungan pada ekspor minyak
    • Penulis, Jon Leyne
    • Peranan, Wartawan BBC

Amerika Serikat semakin meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran, sementara program nuklir Teheran terus disudutkan.

Dalam beberapa minggu terakhir sejumlah negara dan perusahaan mengurangi impor minyak mentah Iran, termasuk rekan dagang paling penting Iran seperti Cina, Jepang dan India.

Pada saat yang sama semakin banyak perusahaan memasok minyak sulingan. Karena kelangkaan kapasitas penyulingan, Iran bergantung kepada impor tersebut untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

Aksi ini disampaikan secara tegas oleh pejabat senior Amerika minggu ini.

William Burns, pejabat departemen luar negeri AS mengatakan kepada badan Kongres, "Kami sedang berusaha menggunakan semua hal yang kami miliki untuk mendorong perusahaan dan badan asing memotong hubungan ekonomi dengan Iran."

iranusobama
Keterangan gambar, Washington menggunakan "semua cara" untuk menekan Iran

"Tekanan sudah diterapkan," kata Kate Dorian pimpinan badan analisa energi Platts. "Hanya sedikit pihak yang ingin berhubungan langsung dengan Iran."

Pimpinan serikat eksportir minyak Iran Hamid Hoseyni bahkan mengaku terjadi pengurangan ekspor minyak Iran ke Cina, Jepang dan India - pembeli utama Teheran - meskipun dia mengatakan ekspor minyak Iran secara keseluruhan tidak terpengaruh.

Tekanan terhadap Iran dilakukan sementara AS berusaha menerapkan sanksi baru terhadap Iran karena program nuklir Teheran.

Presiden Obama berharap langkah tersebut disepakati Dewan Keamanan PBB musim semi ini.

Di AS musim semi berubah menjadi musim panas pada tanggal 21 Juni. Itu berarti diplomat Amerika mempunyai waktu dua bulan untuk melakukan perundingan.

Penurunan produksi?

Data memang sulit dikonfirmasi dan para pedagang menegaskan kemungkinan harga minyak Iran terlalu tinggi.

Minyak Iran juga bermasalah karena terlalu "berat" sehingga lebih sulit dijual jika pasokan di pasar berlebihan.

Pengamat energi Platts memperkirakan produksi Iran bertahan pada 3,76 juta barel per hari, jauh di atas sasaran OPEC.

Tetapi pihak lain menggunakan data pemerintah Iran untuk memperlihatkan gambaran yang lebih buruk, sehingga timbul kesan Iran hanya menghasilkan sekitar 3,5 juta barel per hari.

Hoseyni dikutip mengatakan Cina mengurangi impor dari Iran dari 400.000 barel per hari menjadi 200.000.

Jepang juga dilaporkan mengurangi impor minyak Iran. Perusahaan India Reliance juga mengurangi atau menghentikan hubungan dengan Iran.

Reliance adalah klien penting minyak Iran karena penyulingan besarnya cocok untuk menyuling minyak mentah jenis berat dan sangat berat Iran.

Menurut kantor berita setengah resmi Iran ISNA, Reliance membeli 90.000 sampai 100.000 barel per hari, sekitar 2,4% produksi Iran.

Reliance juga adalah salah satu pemasok terbesar minyak murni kepada Iran, dan perusahaan ini sepertinya akan menerapkan tekanan politik dengan menghentikan perdagangan atau paling tidak menguranginya.

Pihak-pihak lain di antaranya adalah perusahaan Rusia, Lukoil, BP, Shell, Trafigura, Vitol, Glencore dan IPG.

Ketergantungan

Ketergantungan Iran pada bensin impor seringkali dipandang sebagai salah satu kelemahan.

Warga Iran menyukai kendaraan mereka dan terjadi kerusuhan saat penjatahan bensin diterapkan musim panas tahun 2007.

iranpetrolriots
Keterangan gambar, Penjatahan bensin menyebabkan kerusuhan di tahun 2007

Kongres Amerika menekan Presiden Obama untuk menerapkan sanksi ekspor bensin ke Iran. Tetapi sampai sejauh ini Obama masih enggan melakukannya.

Sejumlah pengamat mengatakan Iran memiliki pemasok lain. Pengamat PFC mengatakan Turkmenistan, Venezuela, Kuwait dan Malaysia bersedia mengisi kekosongan tersebut.

Minggu ini tanker Cina dilaporkan bersiap-siap membawa pengiriman bensin besar-besaran ke Iran. Total Perancis juga masih menjual bensin ke Iran.

Pimpinan Total mengatakan perusahaannya meneriman pesan "tidak langsung" dari Washington, tetapi bukan permintaan penghentian secara langsung.

Tetapi paling tidak tekanan ini menyebabkan Iran kemungkinan harus membayar lebih mahal saat mengimpor bensin.

Tekanan terhadap Iran adalah suatu kajian menarik tentang bagaimana Amerika menggunakan kekuatan ekonomi untuk menerapkan pengaruh politiknya.

Lukoil misalnya, meskipun perusahaan Rusia, pemegang saham terbesarnya adalah Amerika dan memiliki jaringan pompa bensin di Amerika.

Amerika juga memiliki saham penting pada perusahaan India Reliance.