Diplomat Qatar ditahan di AS

Seorang pria ditahan setelah sebuah insiden dalam penerbangan dari bandara Reagan di Washington menuju Denver.
Dua pesawat F-16 meluncur untuk menghadang pesawat itu dan mendampinginya agar mendarat dengan selamat di bandara Denver, kata Komando Utara Amerika Serikat.
Laporan-laporan awal menyebutkan seorang diplomat Qatar berusaha memantik api di sepatunya.
Namun para pejabat AS kemudian mengatakan tidak ditemukan bahan peledak.
Disebutkan pula kemungkinan dia berusia merokok di toilet pesawat.
Ketika ditanya, pria itu "membuat lelucon mengenai hal itu" yang membuat orang-orang di pesawat ketakutan, kata pejabat yang tidak disebut namanya seperti dikutip Associated Press.
Pria itu diidentifikasi sebagai seorang diplomat Qatar yang berkantor di Kedubes negara itu di Washington.
Pesawat dengan lebih dari 60 penumpang dan awak pesawat tiba di Denver International Airport dimana gambar televisi menunjukkan pesawat itu dikelilingi kendaraan aparat keamanan.
Badan Keamanan Transportasi AS menyatakan tersangka diperiksa oleh aparat penegak hukum.
"Badan Keamanan Transportasi memonitor insiden di atas pesawat United Airlines nomor penerbangan 663 setelah menerima laporan awal bahwa sherif udara menghadapi seorang penumpang yang kemungkinan membuat gangguan di pesawat," kata badan itu.
Insiden itu terjadi beberapa bulan setelah seorang pria Nigeria berusaha meledakkan bom di pesawat penumpang setibanya di AS.
Umar Farouk Abdulmutallab, 23 tahun, disergap penumpang dan awak pesawat sebelum Northwest Airlines dari Amsterdam mendarat Detroit 24 Desember lalu.
Dia kini telah dikenai dakwaan berusaha menghancurkan pesawat.
Tahun 2001, seorang warga Inggris Richard Reid berusaha meledakkan pesawat transatlantik yang membawa 197 penumpang dengan bahan peledak tersembunyi di sepatunya.









