Dephub AS denda Toyota

toyota
Keterangan gambar, Toyota diberi waktu dua minggu untuk banding

Departemen Perhubungan AS meminta Toyota membayar denda sejumlah US$16,4 juta karena tidak memberikan informasi soal kegagalan fungsi pedal gas.

Dephub AS menyatakan perusahaan tersebut gagal mengumumkan kerusakan ''tepat waktu''.

Badan Administrasi Keamanan Lalu lintas Jalan atau The National Highways Traffic Safety Administration (NHTSA) menyatakan dokumen yang disajikan oleh Toyota menunjukan kalau pabrikan itu telah mengetahui adanya masalah di bulan September.

Sedangkan laporan permasalahan dengan pedal gas itu menyebabkan penarikan mobil secara massal pada bulan Januari 2010.

Toyota memiliki waktu dua pekan untuk mengajukan banding.

Peran keselematan

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan situs Toyota mengatakan kalau perusahaan ini belum menerima surat denda yang dikeluarkan oleh NHTSA tesebut.

Pernyataan itu berisi " Kami telah mengambil sejumlah langkah penting untuk meningkatkan komunikasi dengan otoritas pengatur dan pelanggan terkait masalah keamanan sebagai bagian dari komitmen kami untuk menjamin kualitas''.

"Hal ini termasuk penunjukan Kepala Pemeriksaan Kualitas di Amerika Utara dan sebuah peran yang lebih besar di kawasan dalam hal kebijakan keselamatan''.

Penarikan pada Januari adalah terjadi akibat masalah akselator pedal gas dan rem yang mengakibatkan Toyota menarik kembali 2,3 juta kendaraannya di AS sebagai bagian dari lebih delapan juta kendaraan yang ditarik di dunia.

Investigasi lanjutan

toyota
Keterangan gambar, Jutaan mobil Toyota ditarik akibat masalah pedal gas di AS

NHTSA mengatakan Toyota mengeluarkan prosedur perbaikan di akhir September untuk distributor di Eropa dan Kanada untuk berkompromi atas keluhan permasalhan pada pedal gas tapi tidak melaporkannya.

Menteri Perhubungan AS Ray LaHood menyatakan "Kami sekarang memiliki bukti kalau Toyota gagal memenuhi kewajiban hukumnya''.

Dia menambahkan, "Yang terburuk adalah mereka secara sengaja menyembunyikan kerusakan yang berbahaya selama berbulan-bulan dari otoritas AS dan tidak mengambil langkah untuk melindungi jutaan pengendara dan keluarganya''.

Otoritas keamanan AS masih mempelajari apakah Toyota melanggar peraturan lainnya.

Toyota saat ini tengah dalam proses memperbaiki kegagalan fungsi pedal baik dengan cara mengganti pedal secara keseluruhan atau menambah ''lapisan besi''.

Angka terbaru di AS menunjukan pabrikan asal Jepang itu kembali meningkat pada bulan Maret, hal ini dibantu oleh strategi pemotongan harga besar-besaran guna mendapatkan pasar yang sebelumnya khawatir atas keselamatan setelah penarikan massal.