Turki: nuklir Iran untuk sipil

Recep Tayyip Erdogan
Keterangan gambar, PM Turki Recep Tayyip Erdogan menganggap Presiden Iran Ahmadinejad 'teman'

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada BBC bahwa dia yakin Iran tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir.

Erdogan mengatakan dia yakin program nuklir Iran untuk keperluan sipil semata dan menggambarkan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad "sahabat".

"Saya katakan kepada dia saya tidak ingin melihat senjata nuklir di kawasan," kata Erdogan.

Sementara itu, seorang jenderal senior Amerika mengatakan intelijen mengindkasikan Iran tidak akan sanggup membangun bom nuklir tahun ini.

Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, Jenderal David Petraeus, panglima Komando Pusat Amerika Serikat, mengatakan dalam sidang Senat, program senjata Teheran tampaknya mengalami keterlambatan.

Para pakar yakin Iran mungkin bisa memperkaya uranium untuk bom nuklir dalam beberapa bulan. Namun, tampaknya negara tersebut belum menguasai teknologi untuk membuat hulu ledak nuklir.

"Memanipulasi fakta"

Dalam wawancara dengan wartawan BBC, Nik Gowing, Erdogan mengatakan dia yakin Iran memiliki "hak paling alamiah" untuk mengembangkan program nuklir untuk keperluan sipil.

Erdogan menambahkan, tidak fair bahwa negara-negara yang memiliki senjata nuklir "memanipulasi fakta" mengenai tetangga tetangga Turki, sementara pada saat yang sama tidak mengatakan kepada Israel agar melepaskan senjata nuklirnya.

"Negara-negara dengan senjata nuklir tidak dalam posisi untuk berpaling kepada negara lain dan mengatakan: 'Kamu tidak patut memproduksi senjata nuklir,'" kata presiden Turki.

"Iran sudah selalu menyatakan fakta bahwa dia sedang berupaya menggunakan energi nuklir untuk keperluan sipil dan mereka menggunakan program pengayaan nuklir untuk keperluan sipil semata."

"Itulah yang dikatakan Ahmadinejad kepada saya berkali-kali sebelumnya."

Erdogan mengatakan dia secara pribadi telah memperingatkan Presiden Iran soal risiko konflik nuklir di Timur Tengah.