Israel setujui pemukiman baru

Israel menyetujui pembangunan 112 unit apartemen baru di sebuah pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Keputusan ini diambil di saat Wakil Presiden Amerika Joe Biden dalam perjalanan ke kawasan itu untuk menjadi pejabat tertinggi Amerika yang pernah melakukan kunjungan resmi sejak Barack Obama menjabat presiden.
Pada hari Minggu lalu para pemimpin Otorita Palestina di Tepi Barat sepakat untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan Israel.
Israel telah berjanji untuk membekukan pembangunan pemukiman selama 10 bulan di Tepi Barat, tetapi tidak termasuk Yerusalem Timur.
Pengumuman terbaru ini akan menghambat kesepakatan pembicaraan tak langsung yang sudah rentan itu, demikian menurut para juru runding Palestina.
Utusan Amerika untuk Israel-Palestina George Mitchell sedang berada di kawasan itu guna menengahi pembicaraan tidak langsung tersebut.
Tetapi kelompok-kelompok Palestina lain yang bermarkas di Suriah, termasuk gerakan Islamis Hamas yang menguasai Jalur Gaza, menolak pembicaraan itu.
Mereka mengatakan, rencana melanjutkan pembicaraan tersebut berarti menuruti tekanan dari Israel dan Amerika.
Pemukiman khusus
Apartemen yang menurut rencana akan dibangun itu adalah di pemukiman Beitar Illit yang mayoritas dihuni warga Yahudi Ortodoks.
Para menteri Israel mengatakan gedung-gedung itu diizinkan untuk dibangun karena ada masalah yang mereka sebut sebagai "masalah keamanan".
Sebuah pernyataan tertulis dari Departemen Pertahanan mengatakan gedung itu dibutuhkan untuk mengisi kekosongan jarak sepanjang 36,5 meter antara dua gedung yang sudah ada yang menurut mereka berpotensi bahaya.
"Beitar Illit mendapat izin khusus yang dikeluarkan karena ada masalah keamanan dalam infrastruktur," demikian ditulis dalam pernyataan itu.
Kepemimpinan Palestina di Tepi Barat menuntut agar pembangunan pemukiman dihentikan secara total sebagai prasyarat untuk melanjutkan kembali pembicaraan yang gagal lebih dari setahun lalu.
Sejumlah laporan mengatakan mereka kemudian sepakat "dengan enggan" setelah Mitchell beberapa kali menemui kedua belah pihak secara terpisah dalam upaya diplomasi.
Para pemimpin Palestina mengatakan pembicaraan tidak langsung ini hanya akan dibatasi selama empat bulan.









