Pemberontak Darfur hendak berdamai

Darfur Rebel
Keterangan gambar, Kelompok pemberontak Darfur pecah menjadi kelompok-kelompok kecil

Salah satu kelompok pemberontak paling penting di Darfur menandatangani kerangka perdamaian dengan pemerintah Sudan.

Presiden Sudan Omar al-Bashir membatalkan hukuman mati bagi 100 pemberontak dari Gerakan Keadilan dan Kesetaraan, JEM, setelah penandatanganan dilakukan.

Perang tujuh tahun antara kekuatan yang setia dengan pemerintah Sudan dan pemberontak Darfur resminya selesai tahun 2009.

Tetapi PBB memperkirakan 300 ribu orang meninggal di puncak konflik. Sekitar 2,5 juta orang hingga saat ini masih hidup dalam pengungsian.

''Hari ini kami menandatangani kesepakatan antara pemerintah dan JEM di N'Djamena, Chad. Disini kami menyembuhkan luka-luka perang di Darfur,'' kata Presiden Bashir dalam pidato di televisi milik negara, demikian tulis Reuters.

Jurubicara JEM sementara itu dikutip AFP mengatakan: ''Kami baru saja menandatangani kerangka kesepakatan. Kami akan membicarakan banyak persoalan, termasuk pembagian kekuasaan, sumber daya, kompensasi, dan lain sebagainya.''

Ketika konflik Darfur pertama kali pecah awal tahun 2003, hanya ada dua kelompok besar pemberontak: JEM dan Tentara Pembebasan Sudan.

Namun kemudian kelompok pemberontak pecah menjadi berbagai kelompok yang saling bersaing.

JEM menjadi kekuatan pemberontak paling penting di Darfur dengan persenjataan yang menurut Sudan diselundupkan dari Chad.