Blair sanggah kesepakatan rahasia
Tony Blair menyanggah ia mempunyai kesepakatan rahasia dengan George Bush untuk menginvasi Irak saat bertemu di peternakan presiden Amerika tahun 2002.
Ia mengatakan tidak ada yang rahasia dalam pertemuan itu: Saddam Hussein harus ditangani dan caranya sangat terbuka.
Ketika ditanya tentang kemampuan Saddam Hussein untuk menembakkan senjatanya dalam waktu 45 menit ia mengatakan: ''akan lebih baik kalau kalau judul berita tentang itu bisa diperbaiki.''
Blair menggunakan sidang pemeriksaan perang Irak ini untuk meluncurkan pembelaan berapi-api mengenai mengapa ia membawa Inggris menyerbu Irak.
''Ini bukan persoalan penipuan atau konspirasi atau dusta.''
''Ini persoalan keputusan. Dan keputusan yang saya ambil saya dasarkan pada sejarah Saddam, bagaimana ia menggunakan senjata kimianya, pembunuhan terhadap satu juta lebih warga Irak, dan pelanggaran resolusi PBB selama 10 tahun.''
''Bisakah kita mengambil risiko dengan orang yang seperti ini?'' Blair menambahkan bahwa kadang perlu untuk tidak mengajukan pertanyaan apa yang terjadi pada bulan Maret 2003, tetapi mengajukan pertanyaan tahun 2010.
''Kalau Saddam masih berkuasa, Inggris dan sekutunya tidak akan mempunyai kebenaran untuk bertindak.''
Pertemuan Texas
Saksi dalam pemeriksaan ini sebelumnya memberi indikasi bahwa Blair mengatakan kepada Bush pada sebuah pertemuan di Crawford, Texas, April 2002 bahwa Inggris akan bergabung dengan Amerika kalau mereka berperang dengan Irak.
Tetapi Blair mengatakan: ''Apa yang saya katakan, dan ini saya katakan di muka umum, adalah kami akan bersamamu untuk mengkonfrontir dan menangani ancaman ini.''
''Satu hal yang tidak saya lakukan adalah menyembunyikan posisi saya. Kalau bagaimana mengatasi ancaman tentu saja sangat terbuka.''
Ketika ditanya mengenai apa kira-kira kesimpulan Bush setelah pertemuan itu ia mengatakan: ''Ia mengambil langkah yang memang sudah semestinya ia lakukan, bahwa kalau tidak bisa ditempuh cara diplomatik maka langkah militer terpaksa diambil, dan kami akan mendukungnya.''
Blair membenarkan bahwa setahun kemudian, menjelang perang dilakukan, Amerika menawarkan jalan keluar bagi Inggris, namun ia tolak.

''Sebelum debat di parlemen, Presiden Bush sempat mengatakan: ''Kalau ini terlalu sulit buat Inggris, kami bisa mengerti.''
''Namun pandangan saya kokoh. Kita harus bersama Amerika karena kita mempunyai kepercayaan yang sama.''
Keabsahan perang
Mengenai apakah perang Irak sah secara hukum, Blair mengatakan Bush melihat dukungan PBB tidaklah diperlukan. Ia mengaku setuju dengan pandangan Bush walau menganggap dukungan PBB secara politis lebih menguntungkan.
Blair tampak tidak menyesal dan yakin bahwa perang Irak adalah sebuah kebijakan yang tepat.
Ia mengakui senjata pemusnah massal tidak diketemukan setelah invasi terjadi.
Tetapi ia bersikukuh berdasar bahan intelejen yang tersedia waktu itu, ia yakin sepenuhnya bahwa Irak sedang membangun kemampuan senjata pemusnah massalnya.
Apalagi Saddam Hussein saat itu tidak hendak mengijinkan para ilmuwan Irak untuk bekerja sama dengan pemeriksa persenjataan PBB.
Memberi waktu tambahan kepada pemeriksa persenjataan tidak akan banyak manfaatnya, tambahnya.
Blair juga membantah ia akan tetap mendukung invasi Irak seandainya Saddam Hussein dianggap tidak memiliki senjata pemusnah massal seperti dikatakan kepada BBC tahun lalu.
Ia berkilah bahwa yang dia maksud adalah ''tidak akan menggambarkan ancaman senjata pemusnah massal dengan cara yang sama jika kita mengetahui seperti yang kita ketahui sekarang bahwa inteljien tentang senjata pemusnah massal adalah salah."
Bagi Blair keyakinan akan kepemilikan senjata pemusnah massal dengan perubahan rejim adalah dua hal yang bersatu.
Ia menyebut sebuah rejim yang brutal dan memiliki senjata pemusnah massal merupakan ancaman yang lebih besar ketimbang negara bersahabat yang mempunyai senjata pemusnah massal.
Ia juga menekankan bahwa sikap Inggris dan Amerika atas potensi ancaman saddam Hussein berubah drastis menyusul terjadinya serangan 11 September.
''Saya tidak pernah menganggap serangan 11 September semata serangan terhadap Amerika, saya menganggapnya serangan kepada kita.''
Ketua pemeriksaan perang Irak Sir John Chilcot memulai sidang yang berlangsung selama enam jam itu dengan mengatakan bahwa Tony Blair tidak sedang diadili.









