Demonstrasi Prancis dalam foto: Tumpukan sampah, gas air mata, dan bangunan terbakar

Banyak orang turun ke jalanan di berbagai daerah di seluruh Prancis untuk memprotes undang-undang yang menaikkan usia pensiun dari 62 tahun menjadi 64 tahun.

Demonstrasi yang sebagian besar berlangsung damai sejak hari Kamis (23/03) itu diwarnai kekerasan di sejumlah kota, sehingga mendorong Presiden Emmanuel Macron untuk meminta Raja Inggris Charles III membatalkan kunjungan kenegaraan selama tiga hari yang rencananya dimulai pada hari Minggu (26/03).

Petugas sampah telah mogok kerja selama lebih dari dua minggu di beberapa kota. Di Paris, ribuan ton sampah yang tidak diangkut menumpuk di jalanan.

Beberapa pengunjuk rasa membakar tumpukan sampah pada hari Kamis (23/03) – pembersihan dimulai pada Jumat dini hari.

Demonstrasi di Paris pusat berlangsung aman, namun beberapa kelompok memecahkan jendela toko, membakar sampah, dan bentrok dengan polisi anti huru-hara.

Di kota Bordeaux, orang-orang berkumpul untuk menentang perubahan aturan pensiun dan berteriak: "Macron, mundur!"

Api melahap pintu depan balai kota Bordeaux pada Kamis sore.

Wawancara televisi Presiden Macron pada malam Kamis tampaknya telah mendorong para pengunjuk rasa untuk bertindak. Macron menjabarkan reformasi yang hendak dilakukan pemerintah sebagai keharusan ekonomi, dan menambahkan ia siap untuk menerima bila popularitasnya turun akibat ini.

Pemerintahan Macron memutuskan pada hari Senin untuk memberlakukan reformasi, yang menaikkan usia pensiun dari 62 tahun ke 64 tahun serta memperpanjang kontribusi oleh pekerja menjadi 43 tahun.

Karena presiden dan PM menyadari mereka akan kesulitan meloloskan undang-undang ini di parlemen, mereka menggunakan kekuasaan khusus yang diberikan konstitusi untuk melewati pemilihan suara di parlemen.

"Saya mendengarkan Macron kemarin dan rasanya seperti ada yang meludahi wajah kami," kata Adèle, mahasiswi hukum berusia 19 tahun di Nanterre. "Untuk reformasi [undang-undang] pensiun ini, ada jalan lain dan jika dia tidak melakukannya, itu karena dia tidak mendengarkan suara rakyat. Jelas ada kekurangan demokrasi," katanya kepada BBC.

Semua foto memiliki hak cipta.