Demonstrasi Prancis dalam foto: Tumpukan sampah, gas air mata, dan bangunan terbakar

Banyak orang turun ke jalanan di berbagai daerah di seluruh Prancis untuk memprotes undang-undang yang menaikkan usia pensiun dari 62 tahun menjadi 64 tahun.

Demonstrasi yang sebagian besar berlangsung damai sejak hari Kamis (23/03) itu diwarnai kekerasan di sejumlah kota, sehingga mendorong Presiden Emmanuel Macron untuk meminta Raja Inggris Charles III membatalkan kunjungan kenegaraan selama tiga hari yang rencananya dimulai pada hari Minggu (26/03).

Tumpukan sampah di jalanan kota Paris saat demonstrasi menentang reformasi UU pensiun.

Sumber gambar, Remon Haazen/ZUMA Press Wire/REX/Shutterstock

Pemadam kebakaran memeriksa sampah setelah memadamkan api saat demonstrasi, sepekan setelah pemerintah memaksakan perubahan usia pensiun melalui parlemen tanpa pemungutan suara.

Sumber gambar, STEFANO RELLANDINI/Getty Images

Petugas sampah telah mogok kerja selama lebih dari dua minggu di beberapa kota. Di Paris, ribuan ton sampah yang tidak diangkut menumpuk di jalanan.

Seorang perempuan berdiri di samping tumpukan sampah yang dibakar di jalanan sehari setelah bentrokan dalam demonstrasi memprotes reformasi aturan pensiun oleh pemerintah Prancis di Paris, Prancis, 24 Maret 2023.

Sumber gambar, YVES HERMAN/Reuters

Seorang pria berjalan melalui toko yang terbakar dan kerusakan di jalanan sehari setelah bentrokan saat aksi protes menentang reformasi pensiun yang dilakukan pemerintah Prancis di Paris, 24 Maret 2023.

Sumber gambar, YVES HERMAN/REUTERS

Beberapa pengunjuk rasa membakar tumpukan sampah pada hari Kamis (23/03) – pembersihan dimulai pada Jumat dini hari.

Petugas membersihkan sampah yang terbakar dan kerusakan di sebuah jalan di kota Paris, satu hari setelah bentrokan dalam demonstrasi menentang reformasi pensiun oleh pemerintah Prancis, 24 Maret 2023.

Sumber gambar, YVES HERMAN/reuters

Keterangan gambar, Petugas membersihkan sampah yang terbakar dan kerusakan di sebuah jalan satu hari setelah bentrokan dalam demonstrasi menentang reformasi pensiun oleh pemerintah Prancis.
Pemandangan menunjukkan sampah yang terbakar dan kerusakan di jalan sehari setelah bentrokan selama protes atas reformasi pensiun pemerintah Prancis di Paris, Prancis, 24 Maret 2023.

Sumber gambar, YVES HERMAN/Rueters

Seorang pengendara sepeda mengendarai sepedanya melewati toko yang terbakar dan kerusakan di sebuah jalan sehari setelah bentrokan dalam protes atas reformasi pensiun pemerintah Prancis di Paris, Prancis, 24 Maret 2023.

Sumber gambar, YVES HERMAN/reuters

Demonstrasi di Paris pusat berlangsung aman, namun beberapa kelompok memecahkan jendela toko, membakar sampah, dan bentrok dengan polisi anti huru-hara.

Pengunjuk rasa menyalakan suar di Place de l Opera selama demonstrasi, seminggu setelah pemerintah mendorong reformasi pensiun melalui parlemen tanpa pemungutan suara, menggunakan pasal 49.3 konstitusi, di Paris pada 23 Maret 2023.

Sumber gambar, Lafargue Raphael/ABACA/REX/Shutterstock

Keterangan gambar, Sekitar 1,089 juta pengunjuk rasa ikut serta dalam demonstrasi di Prancis pada 23 Maret, menurut menteri dalam negeri, dengan 119.000 orang di kota Paris.
Membakar barikade di place de l opera saat demonstrasi di Paris pada 23 Maret 2023.

Sumber gambar, Lafargue Raphael/ABACA/REX/Shutterstock

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api selama demonstrasi, menyusul diberlakukannya reformasi pensiun ketika Parlemen Prancis menolak dua mosi tidak percaya terhadap pemerintah, di Paris, Prancis, 21 Maret 2023.

Sumber gambar, GONZALO FUENTES/Reuters

Polisi anti huru hara berlari di belakang barikade yang terbakar pada 23 Maret 2023 di Paris.

Sumber gambar, Samuel Boivin/NurPhoto/REX/Shutterstock

Para pengunjuk rasa melindungi mata mereka dari gas air mata selama demonstrasi, seminggu setelah pemerintah memaksakan reformasi pensiun melalui parlemen tanpa pemungutan suara, menggunakan pasal 49.3 konstitusi, di Paris pada 23 Maret 2023.

Sumber gambar, Lafargue Raphael/ABACA/REX/Shutterstock

Di kota Bordeaux, orang-orang berkumpul untuk menentang perubahan aturan pensiun dan berteriak: "Macron, mundur!"

Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru hara saat demonstrasi, seminggu setelah pemerintah memaksakan reformasi pensiun melalui parlemen tanpa pemungutan suara, menggunakan pasal 49.3 konstitusi, di Bordeaux, Prancis barat daya, pada 23 Maret 2023.

Sumber gambar, Moritz Thibaud/ABACA/REX/Shutterstock

Polisi anti huru-hara menangkap seseorang saat demonstrasi menentang reformasi pensiun berlangsung di Bordeaux pada Kamis, 23 Maret 2022. Terjadi beberapa bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi, dan di penghujung demonstrasi, terjadi pembakaran sampah.

Sumber gambar, Fabien Pallueau/NurPhoto/REX/Shutterstock

Api melahap pintu depan balai kota Bordeaux pada Kamis sore.

Orang-orang menyaksikan balai kota Bordeaux terbakar selama demonstrasi sebagai bagian dari hari kesembilan aksi pemogokan nasional dan protes terhadap reformasi pensiun pemerintah Prancis, di Bordeaux, Prancis, 23 Maret 2023. Tangkapan layar ini diperoleh dari video di media sosial.

Sumber gambar, Twitter Bookee0/via REUTERS

Wawancara televisi Presiden Macron pada malam Kamis tampaknya telah mendorong para pengunjuk rasa untuk bertindak. Macron menjabarkan reformasi yang hendak dilakukan pemerintah sebagai keharusan ekonomi, dan menambahkan ia siap untuk menerima bila popularitasnya turun akibat ini.

Pemerintahan Macron memutuskan pada hari Senin untuk memberlakukan reformasi, yang menaikkan usia pensiun dari 62 tahun ke 64 tahun serta memperpanjang kontribusi oleh pekerja menjadi 43 tahun.

Karena presiden dan PM menyadari mereka akan kesulitan meloloskan undang-undang ini di parlemen, mereka menggunakan kekuasaan khusus yang diberikan konstitusi untuk melewati pemilihan suara di parlemen.

"Saya mendengarkan Macron kemarin dan rasanya seperti ada yang meludahi wajah kami," kata Adèle, mahasiswi hukum berusia 19 tahun di Nanterre. "Untuk reformasi [undang-undang] pensiun ini, ada jalan lain dan jika dia tidak melakukannya, itu karena dia tidak mendengarkan suara rakyat. Jelas ada kekurangan demokrasi," katanya kepada BBC.

Semua foto memiliki hak cipta.