Demonstrasi di China: Foto-foto dramatis aksi unjuk rasa di berbagai kota

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Tim Jurnalisme Visual
- Peranan, BBC News
- Waktu membaca: 3 menit
Pengunjuk rasa di berbagai kota di China turun ke jalan guna menentang kebijakan pemerintah dalam membatasi pergerakan terkait pencegahan penularan Covid-19.
Akibat kebijakan itu, jutaan orang hidup dalam karantina wilayah alias lockdown, uji Covid secara massal, serta pemaksaan isolasi sebagai bagian dari kebijakan nol-Covid yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir.
Menentang kebijakan Presiden Xi Jinping secara besar-besaran belum pernah terjadi sebelumnya. Apalagi, di China, menyuarakan pendapat anti-pemerintah bisa menimbulkan konsekuensi berat.
Berikut pemaparan di mana saja terjadi demonstrasi, mengapa, dan bagaimana khalayak menyuarakan pendapat mereka.


Sumber gambar, Reuters
Sebagian besar demonstrasi dalam beberapa hari terakhir tampaknya terkait dengan kebakaran di sebuah blok apartemen di Kota Urumqi. Aturan lockdown dituding sebagai biang keladi atas terkendalanya upaya penyelamatan sehingga sebanyak 10 orang tewas. Pemerintah China membantah klaim ini.
Di Beijing, para demonstran menyalakan lilin untuk mengenang para korban sekaligus memprotes aturan pembatasan pergerakan. Sejumlah demonstran melambaikan kertas putih kosong sebagai simbol penyensoran.
Baca juga:

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters

Deretan barikade didirikan di Shanghai, tempat kerumunan pengunjuk rasa berkumpul selama beberapa hari guna memprotes aturan pembatasan terkait Covid-19.

Sumber gambar, Getty Images
Para demonstran berkumpul di Jalan Wulumuqi Street - bahasa Mandarin yang merujuk pada Urumqi, lokasi kebakaran apartemen. Mereka juga membentangkan kertas putih kosong dan memegang bunga dalam demonstrasi tanpa suara.

Sumber gambar, Reuters
Dalam demonstrasi pada Sabtu (26/11) malam, para pengunjuk rasa terdengar meneriakkan "Xi Jinping, mundur" dan "Partai Komunis, mundur" -- kritik yang sangat jarang terdengar di China.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 1
Sejumlah pengunjuk rasa ditangkap aparat.


Sumber gambar, Getty Images

Selain di Beijing dan Shanghai, demonstrasi menentang aturan pembatasan juga berlangsung di Zhengzhou.

Sumber gambar, Reuters
Terjadi beberapa demonstrasi disertai aksi kekerasan pekan lalu di pabrik iPhone terbesar di dunia, di Zhengzhou, Provinsi Henan, tempat lebih dari 200.000 pekerja telah menjalani lockdown sejak Oktober.
Ratusan pekerja berbaris menentang pemaksaan lockdown dan upah yang terlambat. Perusahaan Foxconn kemudian meminta maaf atas "kesalahan teknis" dalam sistem pembayarannya.
Tetapi Kota Zhengzhou sendiri, dengan populasi sekitar enam juta orang, telah ditetapkan sebagai area lockdown. Pihak berwenang mengatakan orang tidak akan dapat meninggalkan daerah itu kecuali mereka punya hasil tes Covid negatif.
Baca juga:

Demonstrasi juga berlangsung di Wuhan - kota yang pertama kali mencatat kasus Covid-19. Video yang diunggah ke media sosial memperlihatkan sejumlah orang mendorong pagar yang didirikan sebagai bagian dari kebijakan pembatasan penularan Covid.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 2
Diskusi mengenai aksi protes, foto-foto, dan videonya telah diunggah ke media sosial - namun kemudian lenyap terkena penyensoran.
Unjuk rasa berlangsung pula di tempat-tempat lain, termasuk Lanzhou, Guangzhou, Nanjing, dan Chengdu.









