Covid China: Mengapa ribuan buruh pabrik iPhone di China panik, ketakutan, dan minggat?

covid china

Sumber gambar, Social Media

Keterangan gambar, Media sosial di China berisi penuh dengan rekaman buruh yang berjalan meninggalkan pabrik.

Stephen McDonell

BBC News, Beijing

Pemimpin China, Xi Jinping menegaskan tidak akan ada kompromi dari kebijakan nol-Covid akan tetapi kekacauan yang terjadi lantaran kebijakan pemerintah ini secara gamblang bisa dilihat di pabrik Foxconn di kota Zenghzhou.

Hal-hal yang mendorong ribuan buruh meninggalkan pabrik perakitan komputer Apple terbesar di dunia ini adalah rasa takut, panik dan ketidaktahuan.

Foxconn, perusahaan yang menjalankan pabrik raksasa ini, harus menanggung sebagian akibatnya.

Tapi sebenarnya akar masalahnya adalah pendekatan negara ini yang tidak fleksibel dan ketat melalui nol-Covid.

BBC berbicara kepada sejumlah buruh di sana yang menjelaskan kenapa mereka harus meninggalkan pabrik demi keselamatannya.

Ini mungkin tidak rasional, tapi beberapa orang mengatakan mereka khawatir nyawanya terancam.

Salah satunya diungkapkan buruh Foxconn berusia 21 tahun yang telah mendengar selentingan tentang desas-desus penerapan 'lockdown' di pabrik.

Tapi, semakin banyak cerita dan spekulasi berkembang, suasananya menjadi semakin ekstrem.

Itu jelas tidak membantu, bahwa bosnya di Foxconn mengatakan bahwa tak ada infeksi Covid di pabrik – sementara perusahaan mengatakan kepada media bahwa tidak ada infeksi "bergejala".

Namun, banyak staf yang diketahui positif.

Ratusan ribu pekerja diperintahkan untuk tidak meninggalkan kompleks industri raksasa ini.

Setelah mereka yang bekerja dibatasi hanya pekerja asrama, dan bagian lain di pabrik, rumor makin berkembang.

Buruh muda ini mendengar bahwa tentara akan datang, dan mengambil kendali.

Mereka akan menerapkan jenis eksperimen raksasa "hidup bersama Covid", yang membiarkan setiap orang di bagian kota Zhengzou itu sakit.

covid China

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Sejumlah pekerja Foxconn mendistribusikan makanan dan minuman bagi buruh yang ingin pergi.

Menurut rumor ini, rencananya adalah untuk mengetahui berapa banyak dari mereka yang akan mati.

Kemudian, jika pembantaian tidak terlalu buruk, maka akan dijadikan panduan apakah wialyah China lainnya bisa dibuka atau tidak.

Sentimen menyebar di grup chat mereka, misalnya: "Foxconn akan mengambil nyawaku."

Buruh yang BBC wawancara ini, jelas bukanlah satu-satunya yang mendengar rumor ini. Ujungnya, buruh-buruh mulai menerobos keluar pabrik.

Pada Sabtu malam, sebuah rekaman menunjukkan beberapa orang menerobos pagar penghalang kuning, untuk memungkinkan beberapa orang melarikan diri.

Keesokan paginya, dia sudah mendapat kabar dari beberapa temannya, bahwa mereka berhasil kembali ke kota asal mereka.

Setengah rekan satu asrama yang totalnya delapan orang sudah pergi. Ia kemudian mengemas tasnya, tapi tidak bisa membawa segalanya.

Penyebaran Covid yang cepat

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Buruh lainnya mengatakan kepada kami, dia juga panik sebelum memutuskan pergi.

"Sejujurnya, saya tidak seburuk yang saya bayangkan pertama kali," katanya.

"Tapi kemudian orang-orang di sekitar saya mulai terinfeksi. Pada kasus positif di asrama lainnya tidak ada yang dibawa ke karantina untuk beberapa hari.

"Mereka yang saya tahu terus bekerja, semua mulai terkonfirmasi positif."

Terlepas dari kasus buruh di Foxconn, sebagian besar wilayah kota Zhengzou sedang dikarantina.

Kode aplikasi kesehatan tidak mengizinkan siapa pun untuk pergi, setidaknya dalam perjalanan resmi.

Ini artinya, meskipun transportasi publik beroperasi, Anda tidak diizinkan naik, hal ini termasuk taksi.

Solusi bagi buruh di Foxconn - lompati pagar dan mulailah berjalan.

Bagi beberapa orang, ini artinya pergi dengan berjalan kaki dengan barang seadanya yang mampu mereka bawa sejauh lebih dari 100km.

Anda tak perlu susah-susah mencari gambaran dengan antrean yang kebanyakan diisi anak-anak muda menyeret koper mereka di sepanjang sisi jalan.

Orang-orang biasa dengan kendaraan yang lewat, merasa kasian, akan mengangkut buruh-buruh itu sejauh mungkin.

Beberapa adegan juga mengingatkan masa depresi besar satu abad lalu.

Buruh-buruh ini bertumpukan di belakang truk, terkadang menyalakan api kecil untuk membuat mereka tetap hangat.

Rekaman seperti ini terus bermunculan, pertama menyebar di sekitar Provinsi Henan, kemudian di seluruh China, dan ke penjuru dunia.

Ini adalah kebijakan nol-Covid yang menghambat perekonomian.

Masalah utamanya adalah ketidaktahuan yang meluas tentang sifat penyakit.

Di sebagian besar China, orang-orang takut terjangkit virus Covid, dan seolah-olah itu adalah kanker.

Pemerintah China tidak berbuat banyak untuk mengubah kesalahpahaman ini, dan kenyataannya, justru sering memperburuknya.

covid china

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Kebijakan nol-Covid China menyebabkan gejolak yang meluas.

Narasi yang dibangun oleh pihak berwenang di sini, bahwa di tempat lain, Covid telah memangkas populasi manusia.

Tapi orang-orang China harus menganggap dirinya lebih beruntung karena mereka punya Partai Komunis untuk melindungi dengan pendekatan nol-Covid.

Memang benar, strategi ini telah menghentikan rumah sakit dari kebanjiran pasien, dan memang benar bahwa Covid telah merenggut banyak nyawa.

Namun, ini juga benar - bagi sebagian besar orang yang terinfeksi dan telah mendapat vaksin - terjangkit virus artinya hanya mengalami sakit beberapa hari di rumah dan tidak lebih dari itu.

Poin terakhir ini adalah sesuatu yang sama sekali tidak disadari oleh banyak orang di China.

Baca Juga:

Jadi ketika buruh Foxonn berhasil kembali ke rumahnya masing-masing, dan ditempatkan di fasilitas karantina yang dibangun mendadak di sekitar bangunan sekolah di sana, bagi mereka ini tidak separah neraka Covid yang mereka bayangkan akan menimpa mereka di pabrik.

BBC telah berbicara ke sejumlah buruh. Mereka mengatakan tidak tahu apakah mereka akan dapat kembali bekerja di Foxconn; atau apakah mereka bisa mengambil barang-barang yang tersisa di asrama pabrik.

Mereka berharap tidak kehilangan bonus kehadiran kerja, yang bisa menjadi tambahan gaji, setelah bekerja beberapa hari terturut-turut. Namun, sekali lagi, semua ini tidak lebih penting dari pada merasa aman.

Tentu saja, kejadian buruh yang kabur dari pabrik menyebabkan kemarahan publik, dan Foxconn telah meresponnya.

Perusahaan mengumumkan bahwa buruhnya yang ingin pergi akan diizinkan menggunakan bus yang aman.

Sekarang sedang diatur lalu lintasnya antar kota dan akan membawa orang-orang langsung ke fasilitas karantina, kemudian memastikan proses yang jauh lebih tenang dan tertib.

Perusahaan juga mengumumkan akan memberikan empat kali bonus bagi buruh yang tetap tinggal, dan tidak mengambil cuti.

covid China

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Buruh yang meninggalkan pabrik jumlahnya mulai menurun.

Dalam sebuah pengumuman, Foxconn mengatakan bahwa ini merupakan bagian dari upaya untuk "secara bertahap melanjutkan produksi secara teratur".

Karena lockdown resmi telah kembali diberlakukan di seluruh Zona Ekonomi Bandara Zhengzhou, migrasi buruh dari pabrik mulai mengalami penurunan saat ini.

Seorang relawan, yang memberikan makanan dan air di sepanjang jalan mengatakan pada kami, bahwa apa yang terlihat ribuan orang pada akhir pekan kemarin, telah berkurang menjadi puluhan, dan kemudian makin sedikit pada pertengahan minggu ini.

Jika Foxconn tak bisa mengelola krisis ini dengan baik, dalam jangka pendek, ini akan memukul rantai pasok global bagi Apple dan produk lainnya.

Tapi, untuk jangka panjang, ini akan menjadi persoalan yang lebih besar bagi China.

Sistem pengendalian Covid pemerintah tidak mampu berjalan tanpa menyebabkan gangguan yang berarti, bukan hanya kepada kehidupan orang, tapi berpotensi memukul sektor-sektor ekonomi utama.

Bagi pemimpin China, Xi Jinping, ini mungkin tidak sepenting mempertahankan kontrol politik.

Tapi hanya ada dua jalur di depan - ubah pendekatan nol-Covid atau akan melihat kasus seperti Foxconn di masa depan.