Vaksin Covid-19: Bagaimana program vaksinasi Indonesia dan seperti apa perbandingannya dengan negara-negara lain?

An illustration of a needle and a vaccine dose

Ketika menyangkut distribusi vaksin, ada satu pertanyaan yang ditanyakan banyak orang - kapan saya menerimanya?

Hal ini merupakan pertanyaan sahih mengingat vaksinasi agar khalayak umum terlindung dari Covid-19 adalah persoalan hidup dan mati.

Sejumlah negara telah menetapkan target yang sangat spesifik, namun bagi banyak negara lainnya, gambarannya tak terlalu jelas.

Vaksinasi melibatkan proses saintifik yang rumit, perusahaan multinasional, janji-janji pemerintah yang bertentangan, serta setumpuk regulasi dan birokrasi. Prosesnya tidak lurus-lurus saja seperti yang dikira banyak orang.

Kapan saya bisa divaksinasi?

Presiden Joko Widodo menargetkan vaksinasi terhadap 181,5 juta masyarakat selesai pada akhir 2021.

Presiden Jokowi juga telah menargetkan vaksinasi kepada 30.000 orang setiap hari.

Hingga 7 Maret 2021, vaksinasi telah diterima oleh 2,8 juta orang, sedangkan dosis kedua diterima 1,1 juta orang.

Sebagai perbandingan, mari lihat bagaimana program vaksinasi dilaksanakan di berbagai negara di dunia.

Program vaksinasi dunia

Gulir daftar
Dunia
61
12.120.524.547
China
87
3.403.643.000
India
66
1.978.918.170
Amerika Serikat
67
596.233.489
Brasil
79
456.903.089
Indonesia
61
417.522.347
Jepang
81
285.756.540
Bangladesh
72
278.785.812
Pakistan
57
273.365.003
Vietnam
83
233.534.502
Meksiko
61
209.179.257
Jerman
76
182.926.984
Rusia
51
168.992.435
Filipina
64
153.852.751
Iran
68
149.957.751
Inggris
73
149.397.250
Turki
62
147.839.557
Prancis
78
146.197.822
Thailand
76
139.099.244
Italia
79
138.319.018
Korea Selatan
87
126.015.059
Argentina
82
106.075.760
Spanyol
87
95.153.556
Mesir
36
91.447.330
Kanada
83
86.256.122
Kolombia
71
85.767.160
Peru
83
77.892.776
Malaysia
83
71.272.417
Arab Saudi
71
66.700.629
Myanmar
49
62.259.560
Chili
92
59.605.701
Taiwan
82
58.215.158
Australia
84
57.927.802
Uzbekistan
46
55.782.994
Maroko
63
54.846.507
Polandia
60
54.605.119
Nigeria
10
50.619.238
Ethiopia
32
49.687.694
Nepal
69
46.888.075
Kamboja
85
40.956.960
Sri Lanka
68
39.586.599
Kuba
88
38.725.766
Venezuela
50
37.860.994
Afrika Selatan
32
36.861.626
Ekuador
78
35.827.364
Belanda
70
33.326.378
Ukraina
35
31.668.577
Mozambik
44
31.616.078
Belgia
79
25.672.563
Uni Emirat Arab
98
24.922.054
Portugal
87
24.616.852
Rwanda
65
22.715.578
Swedia
75
22.674.504
Uganda
24
21.756.456
Yunani
74
21.111.318
Kazakstan
49
20.918.681
Angola
21
20.397.115
Ghana
23
18.643.437
Irak
18
18.636.865
Kenya
17
18.535.975
Austria
73
18.418.001
Israel
66
18.190.799
Guatemala
35
17.957.760
Hong Kong
86
17.731.631
Ceko
64
17.676.269
Rumania
42
16.827.486
Hungaria
64
16.530.488
Republik Dominika
55
15.784.815
Swiss
69
15.759.752
Aljazair
15
15.205.854
Honduras
53
14.444.316
Singapura
92
14.225.122
Bolivia
51
13.892.966
Tajikistan
52
13.782.905
Azerbaijan
47
13.772.531
Denmark
82
13.227.724
Belarus
67
13.206.203
Tunisia
53
13.192.714
Pantai Gading
20
12.753.769
Finlandia
78
12.168.388
Zimbabwe
31
12.006.503
Nikaragua
82
11.441.278
Norwegia
74
11.413.904
Selandia Baru
80
11.165.408
Kosta Rika
81
11.017.624
Irlandia
81
10.984.032
El Salvador
66
10.958.940
Laos
69
10.894.482
Yordania
44
10.007.983
Paraguai
48
8.952.310
Tanzania
7
8.837.371
Uruguai
83
8.682.129
Serbia
48
8.534.688
Panama
71
8.366.229
Sudan
10
8.179.010
Kuwait
77
8.120.613
Zambia
24
7.199.179
Turkmenistan
48
7.140.000
Slovakia
51
7.076.057
Oman
58
7.068.002
Qatar
90
6.981.756
Afghanistan
13
6.445.359
Gini
20
6.329.141
Libanon
35
5.673.326
Mongolia
65
5.492.919
Kroasia
55
5.258.768
Lithuania
70
4.489.177
Bulgaria
30
4.413.874
Suriah
10
4.232.490
Wilayah Palestina
34
3.734.270
Benin
22
3.681.560
Libia
17
3.579.762
Niger
10
3.530.154
Kongo
2
3.514.480
Siera Lione
23
3.493.386
Bahrain
70
3.455.214
Togo
18
3.290.821
Kirgyztan
20
3.154.348
Somalia
10
3.143.630
Slovenia
59
2.996.484
Burkina Faso
7
2.947.625
Albania
43
2.906.126
Georgia
32
2.902.085
Latvia
70
2.893.861
Mauritania
28
2.872.677
Botswana
63
2.730.607
Liberia
41
2.716.330
Mauritius
74
2.559.789
Senegal
6
2.523.856
Mali
6
2.406.986
Madagaskar
4
2.369.775
Chad
12
2.356.138
Malawi
8
2.166.402
Moldova
26
2.165.600
Armenia
33
2.150.112
Estonia
64
1.993.944
Bosnia dan Hersegovina
26
1.924.950
Bhutan
86
1.910.077
Republik Macedonia Utara
40
1.850.145
Kamerun
4
1.838.907
Kosovo
46
1.830.809
Siprus
72
1.788.761
Timor Leste
52
1.638.158
Fiji
70
1.609.748
Trinidad dan Tobago
51
1.574.574
Jamaika
24
1.459.394
Makau
89
1.441.062
Malta
91
1.317.628
Luksemburg
73
1.304.777
Sudan Selatan
10
1.226.772
Republik Afrika Tengah
22
1.217.399
Brunei Darussalam
97
1.173.118
Guyana
58
1.011.150
Maldives
71
945.036
Lesotho
34
933.825
Yaman
1
864.544
Kongo
12
831.318
Namibia
16
825.518
Gambia
14
812.811
Islandia
79
805.469
Cape Verde
55
773.810
Montenegro
45
675.285
Komoros
34
642.320
Papua Nugini
3
615.156
Guinea-Bissau
17
572.954
Gabon
11
567.575
eSwatini
29
535.393
Suriname
40
505.699
Samoa
99
494.684
Belize
53
489.508
Equatorial Guinea
14
484.554
Kepulauan Salomon
25
463.637
Haiti
1
342.724
Bahama
40
340.866
Barbados
53
316.212
Vanuatu
40
309.433
Tonga
91
242.634
Jersey
80
236.026
Djibouti
16
222.387
Seychelles
82
221.597
Sao Tome dan Principe
44
218.850
Isle of Man
79
189.994
Guernsey
81
157.161
Andora
69
153.383
Kiribati
50
147.497
Kepulauan Cayman
90
145.906
Bermuda
77
131.612
Antigua dan Barbuda
63
126.122
Saint Lucia
29
121.513
Gibraltar
123
119.855
Kepulauan Faroe
83
103.894
Grenada
34
89.147
Greenland
68
79.745
St Vincent dan Grenadines
28
71.501
Liechtenstein
69
70.780
Kepulauan Turks dan Caicos
76
69.803
San Marino
69
69.338
Dominika
42
66.992
Monako
65
65.140
Federasi Saint Kitts dan Nevis
49
60.467
British Virgin Islands
59
41.198
Kepulauan Cook
84
39.780
Anguila
67
23.926
Nauru
79
22.976
Burundi
0,12
17.139
Tuvalu
52
12.528
Saint Helena
58
7.892
Montserrat
38
4.422
Kepulauan Falkland
50
4.407
Niue
88
4.161
Tokelau
71
1.936
Pitcarn Islands
100
94
British Indian Ocean Territory
0
0
Eritrea
0
0
Korea Utara
0
0
South Georgia and the South Sandwich Islands
0
0
Vatikan
0
0

Upgrade browser Anda untuk melihat data interaktif

Berapa banyak vaksin yang telah disuntikkan?

Sejauh ini lebih dari 300 juta dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan di lebih dari 100 negara di dunia. Program vaksinasi ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah.

Program vaksinasi dunia

Vaksin pertama telah diberikan kurang dari setahun setelah kasus-kasus awal virus corona dipastikan muncul di Wuhan, China. Namun pelaksanaan vaksinasi sejauh ini belum berimbang.

Sejumlah negara telah mengamankan serta mengirimkan dosis vaksin dalam jumlah besar kepada rakyat mereka—namun banyak negara lain masih menunggu kiriman vaksin pertama mereka.

Pada tahap awal vaksinasi, sebagian besar negara memprioritaskan:

- masyarakat berusia di atas 60-an tahun

- tenaga kesehatan

- orang-orang yang rentan secara klinis

Di negara-negara seperti Israel dan Inggris, sudah ada tanda-tanda menjanjikan bahwa vaksin mengurangi jumlah pasien di rumah sakit, kematian, serta penularan di komunitas.

Namun, ketika hampir semua negara Eropa dan Amerika telah memulai program vaksinasi, hanya segelintir negara di Afrika yang melakukannya.

Agathe Demarais, direktur prakiraan global dari Economist Intelligence Unit (EIU) telah menjalankan sejumlah penelitian yang paling komprehensif soal topik tersebut

EIU melihat pada kapasitas produksi global bersama dengan infrastuktur kesehatan yang diperlukan agar vaksin-vaksin ini bisa sampai disuntikkan ke masyarakat, ukuran populasi yang harus ditangani suatu negara dan, tentu saja, apa yang mereka bisa lakukan.

Banyak temuan dari penelitian itu tampaknya berada pada garis yang diprediksi antara kaya dan miskin

Inggris dan Amerika Serikat untuk saat ini mendapat pasokan vaksin dengan baik, karena mereka mampu menginvestasikan banyak uang untuk pembuatannya dan itu yang membuat mereka di daftar antrean teratas.

Beberapa negara kaya lainnya seperti Kanada dan blok negara Uni Eropa sedikit berada di belakang.

Sebagian besar negara berpendapatan rendah belum memulai vaksinasi, namun ada beberapa kejutan, terutama di barisan tengah.

Apakah negara-negara kaya menimbun vaksin?

Kanada menghadapi kritik akhir tahun lalu karena membeli lima kali lipat lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk rakyatnya, namun tampak negara itu tidak masuk golongan distribusi yang diprioritaskan.

Itu karena Kanada memilih untuk berinvestasi vaksin di pabrik-pabrik Eropa, setelah khawatir bahwa AS di bawah Donald Trump akan mengeluarkan larangan ekspor. Namun, akhirnya itu menjadi pertaruhan yang buruk.

Vaksin, covid-19

Pabrik-pabrik di Eropa kesulitan untuk memenuhi pasokan dan baru-baru ini malah UE, dan bukan AS, yang mengancam bakal melarang ekspor vaksin. Italia, misalnya, telah memblokir pengiriman vaksin ke Australia.

Namun ada juga beberapa negara yang justru bernasib lebih baik dari yang diperkirakan.

Saat artikel ini ditulis, performa Serbia mengungguli negara-negara UE dalam konteks persentase populasi yang sudah divaksinasi.

Kesuksesan Serbia antara lain karena vaksinasi yang efisien. Alasan berikutnya Serbia menikmati hasil diplomasi vaksin, ketika Rusia dan China menebar pengaruh di bagian timur Eropa.

Serbia menjadi salah satu dari sedikit negara yang mendapat vaksin buatan Rusia, Sputnik V, SinoPharm asal China, Pfizer dari AS/Jerman, serta Oxford/AstraZeneca yang dikembangkan di Inggris.

Sejauh ini, banyak orang di Serbia yang divaksinasi menggunakan vaksin SinoPharm.

Apa yang dimaksud dengan diplomasi vaksin?

Pengaruh yang ditebarkan China tampaknya akan berdampak jangka panjang.

Negara-negara yang menggunakan dosis pertama dan kedua dari SinoPharm kemungkinan juga berpaling ke China untuk mendapatkan dosis pendorong bila diperlukan di masa depan.

Uni Emirat Arab juga sangat bergantung pada vaksin SinoPharm - pada Februari vaksin SinoPharm mencapai 80% dari total dosis yang diberikan di negara itu. UEA juga membangun fasilitas produksi SinoPharm.

"China datang membawa fasilitas produksi dan pekerja yang terlatih, sehingga akan memberi pengaruh jangka panjang bagi China," kata Agathe Demarais. "Dan akan sangat, sangat sulit bagi pemerintah penerima untuk bilang tidak kepada China atas hal apapun di waktu mendatang."

Akan tetapi, menjadi negara adidaya dalam hal vaksin tidak berarti rakyat negara itu akan menerima vaksinasi lebih dulu.

Penelitian EIU memprediksi bahwa dua produsen utama vaksin di dunia, China dan India, mungkin tidak akan cukup vaksin bagi seluruh rakyat masing-masing hingga akhir 2022.

Itu karena dua negara itu punya begitu banyak populasi yang ditangani, tidak bisa diimbangi dengan terbatasnya tenaga kesehatan.

Covax, vaksin, vaksinasi

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Covax mendesak negara-negara untuk menyumbang lebih banyak lagi dana bagi program vaksinasinya.

Apa saja tantangannya?

Kesuksesan India sebagai produsen vaksin Covid sebagian besar berkat tokoh yang satu ini, Adar Poonawalla. Perusahaannya, Serum Institute of India merupakan pembuat vaksin terbesar di dunia.

Namun, pertengahan tahun lalu, keluarganya mulai curiga dia sudah kehilangan akal sehat. Dia mempertaruhkan ratusan juta dolar untuk membuat vaksin yang belum terbukti apakah akan manjur.

Januari lalu, vaksin-vaksin pertama, yang dibuat oleh Oxford dan AstraZeneca, dikirim ke pemerintah India. Kini, dia memproduksi 2,4 juta dosis per hari.

"Saya pikir tekanan dan semua kegilaan akan berakhir sekarang saat kita telah membuat produknya," kata dia. "Namun tantangan nyata adalah tetap membuat semuanya senang."

Menurutnya, produksi tidak bisa langsung ditingkatkan dalam semalam.

"Butuh waktu," kata Poonawalla. "Orang-orang pikir Serum Institute sudah punya ramuan ajaib. Betul, kami memang bekerja dengan baik, namun tidak ada yang namanya tongkat sulap."

Dia kini unggul karena mulai membangun fasilitas pada Maret tahun lalu dan Agustus lalu sudah menimbun barang-barang seperti bahan kimia dan gelas kaca.

Selama proses produksi, jumlah vaksin yang dibuat bisa bervariasi dan ada banyak tahap bila ada kesalahan.

"Ini adalah seni sekaligus sains," kata Agathe Demarais.

Bagi kalangan pabrikan yang baru sekarang mulai produksi, perlu waktu berbulan-bulan untuk membuat vaksin. Ini juga berlaku bagi vaksin tipe booster yang mungkin dibutuhkan untuk mengatasi varian-varian baru.

Apakah Covax akan mempercepat distribusi vaksin?

Poonawalla berkomitmen untuk memasok vaksin terlebih dahulu ke India, lalu ke Afrika melalui skema yang disebut fasilitas Covax.

Covax merupakan suatu inisiatif yang dipimpin WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), aliansi vaksin Gavi, dan CEPI (Pusat Kesiagaan Epidemi). Tujuannya untuk menyediakan vaksin yang terjangkau kepada semua negara di dunia.

Inisiatif itu berjanji akan menyediakan dosis yang cukup untuk memvaksinasi 20% dari populasi dunia yang memenuhi kriteria.

Ghana menjadi negara pertama yang menerima vaksin melalui program ini pada 24 Februari.

Covax berencana memasok sekitar dua miliar vaksin ke seluruh dunia pada akhir tahun.

Namun rencana itu terancam karena banyak negara peserta juga bernegosiasi sendiri-sendiri untuk mendapat vaksin.

Adar Poonawalla mengungkapkan bahwa hampir semua pemimpin negara Afrika sudah menghubunginya untuk mendapatkan akses vaksin.

Agathe Demarais dan EIU pun tidak begitu optimistis mengenai apa yang dapat dicapai Covax. Bahkan bila segalanya sesuai rencana, skema itu hanya mencakup 20-27% dari populasi suatu negara tahun ini.

"Hanya membuat perbedaan kecil saja, bukan perubahan besar," kata Demarais.

Dalam prakiraan Demarais untuk Economist Intelligence Unit, beberapa negara mungkin tidak akan seluruhnya divaksin pada 2023 atau setelahnya.

Vaksinasi mungkin bukan jadi prioritas bagi semua negara, terutama yang memiliki lebih banyak penduduk usia muda, dan bila tidak memiliki begitu banyak warganya yang sakit.

Masalah dengan skenario itu adalah selama virus corona dapat berkembang, maka akan mampu bermutasi dan migrasi. Varian-varian yang kebal vaksin juga akan terus berevolusi.

Tidak semuanya kabar buruk. Vaksin-vaksin kini tengah diproduksi lebih cepat, namun skala tugasnya, yaitu harus memvaksin 7,7 miliar jiwa, begitu besar dan belum pernah dilakukan sebelumnya.

Demarais yakin bahwa pemerintah harus jujur dengan rakyatnya terkait apa yang mungkin terjadi.

"Sangat sulit bagi suatu pemerintah untuk berkata, 'Tidak, kami tidak akan mencapai imunisasi secara luas selama beberapa tahun.' Tidak ada yang mau bilang begitu," katanya.

Jurnalisme Data oleh Becky Dale and Nassos Stylianou.

Mengenai data ini

Our World in Data, sebuah kolaborasi antara Universitas Oxford dan lembaga amal untuk pendidikan, menghimpun informasi pada peta dan grafis di atas.

Data populasi diambil dari perkiraan PBB pada pertengahan 2020.