Virus corona: Tom Hanks dan Rita Wilson dipulangkan dari RS setelah jalani perawatan

Tom Hanks and Rita Wilson

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Tom Hanks dan Rita Wilson teruji positif corona di Australia.
Waktu membaca: 3 menit

Pasangan selebritas Amerika Serikat, Tom Hanks dan Rita Wilson, telah dipulangkan dari rumah sakit di Australia setelah menjalani perawatan terkait Covid-19.

Pasangan yang kini mengarantina diri di sebuah rumah sewaan di Queensland, Australia, itu pekan lalu mengumumkan bahwa mereka teruji positif mengidap virus corona.

Pasutri berusia 63 tahun tersebut sempat mengabarkan mereka mengalami gejala demam di Queensland.

Selama di Australia, Tom Hanks dan Rita Wilson berkunjung ke Gold Coast, tempat mereka mengerjakan film mengenai kehidupan Elvis Presley.

"Kami merasa sedikit letih, seperti kalau kami demam, dan nyeri di beberapa bagian tubuh. Rita mengalami demam yang muncul dan hilang," tulis Tom Hanks pada akun Instagramnya.

"Agar sesuai [prosedur yang] benar, sebagaimana yang diperlukan di dunia saat ini, kami diuji virus corona dan kami terbukti positif".

Dia menambahkan, dirinya akan "mengabari" dunia tentang kesehatan dia dan istrinya.

"Kami, keluarga Hanks, akan diuji, dipantau, dan diisolasi, sepanjang yang diperlukan aturan kesehatan dan keamanan publik."

Hentikan Instagram pesan
Izinkan konten Instagram?

Artikel ini memuat konten yang disediakan Instagram. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca Instagram kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati Instagram pesan

Presentational white space

Pasangan tersebut bukanlah satu-satunya selebritas yang teruji positif terpapar virus corona. Aktor Inggris, Idris Elba, mengungkap dirinya teruji positif.

"Saya merasa ok, saya tidak mengalami gejala sejauh ini. Tidak panic," sebutnya dalam cuitan.

Dia mengaku melakukan tes karena "terpapar' oleh seseorang yang teruji positif. Dia telah mengisolasi diri sejak Jumat (13/03).

"Kita hidup di dunia yang terbelah, kita semua merasakannya...ini waktunya untuk solidaritas," tambahnya.

Hentikan X pesan
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan

Presentational white space
Corona virus, pemeriksaan suhu

Sumber gambar, EPA

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkah virus corona sebagai pandemi, penyakit menular yang menyebar dari satu orang ke orang lainnya di banyak negara pada waktu yang bersamaan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengukuhkan bahwa wabah virus corona sekarang adalah pandemi setelah sebelumnya ia tidak menggunakan kategori itu selama beberapa minggu.

"WHO mengawasi wabah ini sepanjang hari penuh dan kami sangat khawatir karena tingginya tingkat penyebaran dan tingkat keseriusan, dan khawatir karena minimnya tindakan yang diambil.

"Oleh karena itu, kami menetapkan bahwa Covid-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi," kata Ghebreyesus pada Rabu (11/03).

Covid-19 adalah nama resmi untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

Pandemi terjadi ketika suatu penyakit menular dengan mudah menjangkiti satu orang ke orang lainnya di banyak negara pada waktu yang bersamaan.

Jaga keseimbangan kesehatan

Namun demikian, kata Dr Tedros, pemerintah berbagai negara belum terlambat mengambil tindakan.

"Semua negara dapat mengubah perkembangan pandemi ini," jelasnya.

Virus corona, Italia, polisi

Sumber gambar, Emanuele Cremaschi/Getty Images

Keterangan gambar, Seorang polisi Italia menanyai pengemudi mobil di tengah upaya membatasi pergerakan orang di luar rumah untuk mencegah penyebaran virus.

Pemerintah di masing-masing negara harus "menjaga keseimbangan antara melindungi kesehatan, mengurangi gangguan dan menghormati kehidupan manusia".

Penggunaan istilah pandemi, lanjutnya, tidak mengubah langkah-langkah yang ditempuh WHO dan tidak mengubah langkah-langkah yang seharusnya dilakukan oleh masing-masing negara.

"Setiap hari kami menyerukan kepada negara-negara untuk menempuh langkah mendesak dan berani. Kami telah mengeluarkan peringatan secara jelas dan keras."

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jumlah kasus di luar China meningkat 13 kali lipat selama dua minggu terakhir.

China - tempat virus pertama kali ditemukan - mencatat 80.754 kasus positif virus corona dan 3.136 kematian. Namun tingkat infeksi baru pada Selasa kemarin (10/03) mencapai titik terandah, hanya 19 kasus.

Di Italia, lebih dari 12.000 orang dinyatakan positif, Perdana Menteri Giuseppe Conte telah mengumumkan penutupan seluruh sekolah, pusat kebugaran, museum, klub malam dan tempat-tempat umum lain di seluruh negeri.

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mengumumkan paket £30 miliar atau sekitar Rp554 triliun untuk mendongkrak perekonomian dan mengatasi pandemi itu.

Dana itu antara lain digunakan untuk alokasi layanan kesehatan dan pemberian tunjangan bagi pekerja yang sakit.

Sementara itu Kanselir Jerman Angela Merkel memperingatkan sekitar 70% dari total penduduk 58 juta jiwa di negara itu dapat terjangkiti virus corona.

Selain virus corona, wabah yang juga digolongkan pandemi adalah H1N1 (flu babi), yang menyebabkan kematian ratusan ribu orang di seluruh dunia. WHO menetapkan flu babi sebagai pandemi pada tahun 2009.