Virus corona: WNI pertama yang tertular akibat kontak dengan majikan di Singapura dinyatakan sembuh

Toko produk kesehatan China di Singapura tempat terjadinya penularan virus corona.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Toko produk kesehatan China di Singapura tempat terjadinya penularan virus corona.

Setelah dirawat secara intensif selama dua minggu, seorang warga negara Indonesia (WNI) yang sempat terjangkit virus corona di Singapura telah dinyatakan sembuh dan kini negatif Covid-19.

WNI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga Singapura itu sudah kembali bekerja seperti biasa dan belum memiliki rencana untuk pulang ke Indonesia.

"(Dia sudah) bekerja seperti biasa dan saat ini masih pemulihan di rumah. Belum ada rencana untuk kembali ke Indonesia," kata Ratna Lestari Harjana, kepala fungsi penerangan sosial, budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, pada Rabu (19/02), kepada BBC Indonesia.

Pada Selasa (18/2) Kementerian Kesehatan Singapura menyampaikan bahwa WNI yang dinyatakan sebagai kasus ke-21 positif virus corona di Singapura dari toko produk kesehatan Yong Thai Hang pada 4 Februari 2020, telah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19 serta telah dipulangkan dari rumah sakit.

Identitas WNI tersebut tidak diungkap ke publik karena terikat aturan perlindungan data yang diatur Personal Data Protection Act di Singapura. Namun KBRI Singapura menyatakan akan terus memantau perkembangan individu yang bersangkutan.

"Dengan demikian, sampai saat ini sudah tidak ada WNI yang dilaporkan positif Covid-19 di Singapura," kata Ratna.

Pekerja migran asal Indonesia tersebut dilaporkan tertular majikannya walaupun ia tidak memiliki riwayat bepergian ke China.

Namun Ratna belum mengetahui kondisi dari warga Singapura yang menjadi majikan dari WNI yang telah dinyatakan sembuh dari virus corona.

Dua perempuan tertular di toko produk kesehatan China.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Dua perempuan tertular di toko produk kesehatan China.

Sebelumnya, Singapura mencatat kasus pertama penularan virus corona yang terjadi di negara itu dengan empat perempuan yang tidak melakukan perjalanan ke Wuhan, China, pusat penyebaran wabah itu.

Empat yang tertular virus corona termasuk dua orang yang bekerja di Yong Thai Hang, toko produk kesehatan yang menarik banyak pembeli turis China, serta seorang tenaga kerja Indonesia yang bekerja untuk salah seorang perempuan Singapura itu.

Orang keempat adalah seorang pemandu wisata yang membawa turis ke toko tersebut.

Situs pemerintah Singapura menyebutkan penularan tiga dari empat orang yang terjangkit adalah akibat kontak dengan orang-orang yang baru saja tiba dari China.

"Kasus ini teridentifikasi setelah ditingkatkannya pengawasan di rumah sakit rumah sakit," sebut pernyataan dari pemerintah Singapura, Selasa (04/02).

"Kasus 19 dan 20 adalah warga Singapura yang bekerja di satu toko, tempat mereka berinteraksi dengan para turis dari China. Paling tidak dua turis dipastikan terkena 2019-nCoV."

"Kasus 21 adalah seorang perempuan warga Indonesia. Dia adalah pekerja rumah tangga asing yang bekerja untuk kasus 19," demikian keterangan di situs itu.

Secara total terdapat 24 kasus orang yang terkena virus corona di Singapura.

Bagaimana penularan terjadi?

Perempuan berusia 26 tahun yang bekerja di toko Yong Thai Hang mengalami demam dan sakit tenggorokan Rabu lalu. Dia dibawa ke rumah sakit Tan Tock Seng pada keesokan harinya setelah dinyatakan negatif tak mengalami pneumonia.

Ia tetap berada di rumah dari Jumat sampai Minggu (02/02) lalu namun dibawa ke rumah sakit Singapore General Hospital (SGH) Senin (03/02).

Perempuan Indonesia yang terkena virus corona, 44 tahun, adalah pembantu rumah tangga yang bekerja untuk perempuan itu.

WNI itu melaporkan gejala flu pada Minggu (02/02) dan juga tidak keluar rumah.

Ia juga dibawa ke SGH pada Senin (03/02).