Tagar hentikan pencurian ikan menyusul insiden ditabraknya KRI oleh kapal Vietnam

Tagar hentikan pencurian ikan oleh Vietnam muncul setelah insiden ditabraknya KRI di Laut Natuna dan pernyataan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti untuk menenggelamkan 51 kapal ikan asing pada Sabtu (04/05) mendatang.
Tagar #StopVietnamIllegalFishing ini muncul terkait meningkatnya sentimen anti-Indonesia di media sosial Vietnam, di tengah kontroversi insiden ditabraknya kapal perang KRI Tjiptadi-381 oleh kapal dinas Vietnam yang tengah mengawal kapal pencari ikan ilegal di Laut Natuna pada Sabtu (27/04) lalu.
Sebanyak 12 ABK kapal ikan Vietnam saat ini tengah disidik lebih lanjut di Lanal Ranai Natuna, menurut Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I TNI AL Letnan Kolonel Agung Nugroho.
Mereka "sedang melaksanakan illegal fishing" saat ditangkap menyusul insiden tersebut.
Editor BBC Vietnam, Giang Nguyen mengatakan insiden ini terjadi di tengah semakin banyaknya "suara-suara nasionalistik dan anti-Indonesia yang banyak diangkat di sosial media Vietnam dalam beberapa bulan terakhir."
"Mengingat ramainya tagar anti-Indonesia di Vietnam, maka sudah saatnya kita meresponsnya dengan lebih nasionalis dan patriotis," tulis akun @Partaisocmed yang dicuit oleh Susi Pudjiastuti.
Sampai Selasa sore (30/04), tagar ini sudah digunakan sekitar 40.0000 menurut data di spredfast.com.
Sebelumnya Susi Pudjiastuti mengatakan "akan menenggelamkan" 51 kapal pencari ikan gelap yang masuk ke Indonesia, sebagian besar dari Vietnam.

Sumber gambar, Angkatan Laut Indonesia
"Kemlu telah memanggil Dubes Vietnam. Tgl 4 kita akan melakukan Penenggelaman 51 Kapal KIA terbanyak dari Vietnam!" kata Susi melalui cuitannya menanggapi pertanyaan dari mantan Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban terkait kejadian menyangkut KRI Tjiptadi-381.
Mengomentari insiden kapal pencari ikan ilegal Vietnam di Laut Natuna, Susi juga mengatakan Kementerian Luar Negeri telah memanggil duta besar Vietnam untuk Indonesia terkait insiden tersebut.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 1
Editor BBC Vietnam, Giang Nguyen mengatakan nelayan di negara itu memang semakin kesulitan untuk mencari ikan di wilayah negara itu.
Giang mengatakan pernah mengikuti para nelayan Vietnam melaut di negara itu selama setengah hari dan tanpa hasil.
Video tentang insiden ini banyak beredar di media sosial Indonesia dan juga Vietnam, termasuk oleh seorang YouTuber, Nguyen Minh Tue.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 2
"Vietnam sangat ketat dalam mengontrol internet dan media sosial termasuk YouTube, sehingga komentar-komentar seperitu itu muncul dari apa yang disebut 'panduan opini publik' yang tugasnya antara lain menggunakan media sosial menyebarkan narasi, termasuk yang agresif melawan siapa pun yang dianggap 'anti-Vietnam," kata Giang.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 3
Dalam pengamatan BBC Vietnam, pada beberapa bulan terakhir "panduan opini publik ini" semakin banyak tersebar di media sosial termasuk pandangan "yang anti-Indonesia".

Sumber gambar, Rivan Awal Lingga
Pendapat dari video yang diangkat di YouTube, antara lain dari Tan Nhuong Duong yang mengatakan, "Bagus Vietnam, tembak saja mereka dan hukum penyusup."
Komentar lain datang dari akun atas nama Huong Minh yang menulis, "kapal Vietnam berada di sana untuk menyelamatkan nelayan kami."
"Jangan kasih kendor bu"

Sumber gambar, Angkatan Laut Indonesia
Komentar-komentar yang masuk ke akun YouTube Nguyen Minh Tue menggambarkan pandangan yang banyak diangkat di Vietnam bahwa "Angkatan Laut Indonesia memiliki kebiasaan buruk, menarik kapal ikan Vietnam dari perairan negara itu ke Indonesia dan kemudian mengenakan denda dan menangkap mereka," kata Giang Nguyen.
Pandangan seperti ini bukan merupakan pendapat resmi pemerintah Vietnam.
Sementara para pengguna media sosial Indonesia yang mengomentari cuitan Menteri Susi termasuk Uni Idawati yang menulis, "Jangan kasih kendor bu," sementara akun Dita Nurlita menulis, "Salut sama bu Susi."
Maya Triana menyinggung kesigapan Susi dengan menulis, "Selalu bangga memiliki Mentri wanita yang tangguh seperti Bu @susipudjiastuti."
Sementara Lina Anandya mengangkat kesejahteraan yang meningkat di tengah upaya menghadapi pencurian ikan oleh kapal asing dengan menulis, "NTN (nilai tukar nelayan) lebih dari 100, artinya kesejaheraan (pendapatan) Nelayan lebih tinggi dari dari pengeluaran. Makin tahun NTN nelayam makin meningkat."
Kejadian ini bermula saat kapal perang KRI Tjiptadi-381 tengah melakukan "penegakan hukum" di perairan Indonesia di Laut Natuna Utara, terhadap kapal Vietnam yang tengah melakukan pencarian ikan ilegal, kata Pangkoarmada I Laksamana Muda Yudo Margono dalam keterangan tertulis.
Akibat provokasi dari kapal dinas Vietnam dengan menabrak lambung kiri KRI Tjiptadi sehingga terjadi kebocoran, ABK Vietnam sebanyak 12 orang berhasil diamankan dan dibawa ke Lanal Ranai "guna proses hukum selanjutnya", kata Yudo.
Namun dalam proses penangkapan itu, kapal ikan Vietnam dikawal oleh Kapal Pengawas Perikanan Vietnam yang berusaha menghalangi proses "penegakan hukum" dengan menabrakkan kapal ke KRI Tjiptadi-381.









