Mesir resmikan Katedral terbesar di Timur Tengah, sehari setelah ledakan bom

Sumber gambar, EPA
Presiden Mesir, Abdul Fattah al-Sisi, meresmikan katedral terbesar di Timur Tengah, sehari setelah ledakan bom yang mematikan di dekat sebuah gereja Koptik.
Katedral Nativity, yang baru selesai dibangun, menggelar misa pertamanya dalam penjagaan ekstra ketat pada Minggu (6/1), menjelang Natal versi Kristen Koptik.
Sehari sebelumnya (5/1), seorang polisi tewas ketika mencoba menjinakkan bom yang disembunyikan di atap rumah di Kota Nasr di pinggiran Kairo.
Kaum Kristen Koptik di Mesir berjumlah sekitar 10% dari populasi mayoritas Muslim di Mesir.
Banyak laporan mengatakan negara bersikap diskriminasi terhadap mereka dan tidak menawarkan perlindungan yang cukup.

Sumber gambar, EPA
Presiden Al Sisi, yang menyatakan dirinya sebagai pelindung umat Kristiani dari serangan kelompok ekstrimis, mengatakan kepada jemaat Koptik bahwa peresmian katedral dan masjid Al-Fattah Al-Aleem membawa pesan persatuan.
"Kami adalah satu dan kami akan tetap menjadi satu," kata Sisi ketika dia meresmikan katedral, merujuk kepada keberadaan orang Kristen dan Muslim di Mesir.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan

Sumber gambar, AFP

Sumber gambar, AFP/Getty
Paus Fransiskus menyampaikan salam kepada Paus Koptik saat ini, Tawadros II dari Aleksandria, yang kemudian memimpin misa tengah malam.

Sumber gambar, EPA

Sumber gambar, Reuters
Masjid Al-Fattah Al-Aleem, yang selesai baru dibangun akan mampu menampung hampir dua kali lipat dari katedral.
Kedua bangunan tempat ibadah ini terletak di kawasan yang baru dibangun yaitu di ibukota administratif baru.

Sumber gambar, EPA

Sumber gambar, EPA
Siapakah umat Kristen Koptik?
Gereja Ortodoks Koptik adalah gereja Kristen utama di Mesir. Sebagian besar umat Kristen Koptik tinggal di Mesir dan sekitar satu juta umat tersebar di luar negeri.
Orang-orang Koptik percaya bahwa iman mereka berasal dari sekitar tahun 50 Masehi, ketika Santo Markus dikatakan telah mengunjungi Mesir. Kepala gereja mereka disebut Paus, dan dianggap sebagai penerus Santo Markus.
Gereja Koptik memisahkan diri dari denominasi-denominasi Kristen lainnya saat Konsili Khalsedon pada tahun 451, karena perselisihan mengenai sifat manusia dan ilahi dari Yesus Kristus.
Paus Koptik saat ini, Tawadros II, menjauh dari media sosial bulan lalu dengan menutup halaman Facebook resminya.
BBC News Indonesia










