Khawatir tersesat saat beribadah haji? Butuh dokter? Ada app 'smart hajj' yang siap bantu

Sumber gambar, Reuters
Lebih dari dua juta Muslim dari seluruh dunia telah memulai rangkaian ibadah haji yang tahun ini ditandai dengan aplikasi 'smart hajj' atau 'haji pintar' untuk membantu jemaah.
Aplikasi yang mulai digunakan tahun ini oleh pemerintah Arab Saudi ini ditujukan untuk membantu jemaah selama ibadah, mulai dari perjalanan sampai bantuan medis.
Salah satu aplikasi adalah, Asefny, yang diluncurkan oleh Organisasi Bulan Sabit Merah Saudi bagi jemaah yang memerlukan bantuan kesehatan.
Melalui aplikasi ini, pemerintah dapat mencari jemaah yang memerlukan bantuan.
Aplikasi lain adalah Manasikana, berupa mesin penerjemah bagi jemaah yang tidak bisa berbahasa Arab atau Inggris.
Sebagian besar jemaah memang tidak dapat berbahasa Arab, menurut Mazen al-Saadi dari biro penterjemah untuk jemaah.
Timnya mempersipakan jasa terjemahan selama 24 jam dalam bahasa Inggris, Prancis, Melayu, Hausa, Turki, Cina dan Urdu.
Lebih dari dua juta jemaah
Kejadian tahun 2015, ketika terjadi desak-desakan yang mengakibatkan banyak orang terinjak-injak hingga lebih dari 2.000 orang meninggal di Mina, merupakan pelajaran yang amat mahal.
Salah satu hal yang memperparah kejadian itu menurut pemerintah Saudi adalah banyak jemaah yang tak mampu memahami aba-aba dan petunjuk keamanan dan keselamatan yang disampaikan dalam bahasa Arab.

Sumber gambar, Reuters
Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan jumlah jemaah yang tiba di Mekah telah melewati angka dua juta, sebagian besar dari luar negeri termasuk kontingen besar dari Indonesia, Mesir, India, Pakistan dan Bangladesh.
Sebagian besar jemaah bergerak dari Mekah ke Mina, tempat mereka bermalam.
Ribuan bus dan kendaraan mengangkut jemaah melintasi jalan sepanjang delapan kilometer dari Mekah ke Mina.
Hari Senin (20/08), jemaah wukuf di Padang Arafah yang dianggap merupakan inti dari rangkaian ibadah haji.










