Pasangan Inggris kritis karena Novichok, zat yang digunakan meracun eks mata-mata Rusia

Sumber gambar, Facebook
Kepolisian Inggris mengungkapkan seorang lelaki dan perempuan yang ditemukan tidak sadarkan diri di wilayah Wiltshire, Inggris, terpapar racun saraf Novichok, zat yang pernah digunakan untuk meracun mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal.
Pasangan Charlie Rowley, 45 dan Dawn Sturgess, 44, ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah rumah di Kota Amesbury, Sabtu (30/06). Keduanya masih dalam keadaan kritis.
Kepolisian Wiltshire sebelumnya menduga mereka berdua kehilangan kesadaran karena mengonsumsi heroin atau kokain.
Namun, fasilitas riset pertahanan di Porton Down, Wiltshire, mengungkapkan bahwa Rowley dan Sturgess terpapar racun Novichok.

Sumber gambar, PA
Meskipun begitu, menurut polisi "dari latar belakang keduanya" tidak ada tanda-tanda bahwa mereka menjadi target aksi tertentu.
Pejabat Kepolisian Metropolitan Inggris, Neil Basu belum bisa mengonfirmasi apakah kedua korban itu terpapar racun yang diproduksi di waktu bersamaan dengan racun yang digunakan terhadap Skripal dan putrinya, Yulia.

Namun, Basu menegaskan "kemungkinan itu jelas masih terbuka".
Dilarang memegang barang 'tak bertuan'
Polisi menyatakan sejauh ini tidak ada penemuan benda lain yang terkontaminasi racun saraf Novichok. Walau demikian, mereka sedang mengumpulkan "informasi detail kemana saja pasangan Rowley dan Sturgess pergi sebelum tidak sadarkan diri".
Langkah tersebut diambil untuk menentukan di mana kira-kira keduanya terpapar racun.

Sumber gambar, MOSCOW DISTRICT MILITARY COURT/TASS
Polisi juga melarang warga untuk memegang dan mengambil barang yang tidak diketahui siapa pemiliknya.
"Kami sampai sekarang belum tahu benda apa yang mengandung racun saraf itu," ungkap Basu.
Maret lalu, mantan agen ganda Rusia, Skripal, dan putrinya, Yulia, ditemukan tersungkur di sebuah bangku di Salisbury, sekitar 16 kilometer dari Amesbury, karena terpapar Novichok.
Mereka sakit kritis selama berminggu-minggu di rumah sakit, dan kemudian dipersilahkan pulang sekitar tiga bulan kemudian.
Pemerintah Inggris menuding Rusia berada di balik upaya pembunuhan. Namun, Rusia membantah tuduhan itu dan menyebut Inggris mengarang-ngarang "cerita bohong".
Sisa racun untuk Skripal?
Racun saraf Novichok dibuat pertama kali oleh Uni Soviet pada tahun 1970-an dan 1980-an.
Efek penggunaannya bisa terjadi hanya dalam hitungan menit: racun akan menghentikan pesan dari sistem saraf ke otot, sehingga menyebabkan berbagai organ tubuh gagal berfungsi. Akibatnya korban akan kehilangan kesadaran.
Dalam kasus Skripal, konsentrasi Novichok dalam jumlah besar ditemukan di pintu depan rumahnya.
Operasi bernilai jutaan pound atau miliaran rupiah pun digelar untuk mendekontaminasi sembilan titik di Salisbury.

Wartawan BBC urusan keamanan, Gordon Corera menyebut hipotesis paling mungkin terhadap kasus baru ini adalah, racun saraf yang memapar dua korban adalah sisa dari racun yang digunakan untuk menyerang Skripal dan putrinya.
Dia menduga pasangan tersebut mungkin saja bersentuhan dengan racun untuk Skripal itu di sebuah taman atau rumah.
Berbagai lokasi di Amesbury dan Salisbury diyakini pernah disinggahi pasangan Rowley dan Sturgess sebelum jatuh sakit. Tempat tersebut di antaranya gereja, taman dan apotek.

Sumber gambar, AFP/Getty Images
Pada Rabu (04/07) malam, stasiun televisi pemerintah Rusia menyebut peristiwa Amesbury ini mungkin saja dibuat-buat oleh pemerintah Inggris, di tengah penyelenggaraan Piala Dunia yang berlangsung dengan "lancar" di Rusia.
Televisi pemerintah Rusia, Channel One dan Gazprom-Media NTV bahkan dengan sinis menyebut 'tinggal menunggu waktu sampai Inggris kembali menyalahkan Rusia'.










