Konflik Yaman: Pasukan pemerintah 'tidak serang' pelabuhan Hudaydah yang dikuasai kubu Houthi

Pasukan pendukung pemerintah melakukan penyerangan sejak hari Rabu (13/06).

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pasukan pendukung pemerintah melakukan penyerangan sejak hari Rabu (13/06).

Pemerintah Yaman menyatakan pasukannya tidak menyerang pelabuhan Hudaydah yang dikuasai pemberontak Houthi. Pelabuhan ini merupakan pintu masuk utama bagi masuknya bantuan ke negara yang sedang berperang tersebut.

"Kami tidak berencana merusak prasarana," kata Menteri Luar Negeri Khaled Alyemany.

Pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi memulai penyerangan terhadap kota tersebut pada hari Rabu (13/06).

Badan kemanusiaan menyatakan perang mengancam penyaluran pasokan kebutuhan umum bagi jutaan orang yang kemungkinan akan kelaparan.

Hari Jumat (15/06) pasukan pendukung pemerintah bergerak maju ke bandara Hudaydah dengan dukungan serangan udara koalisi, menyerang posisi yang dikuasai kelompok pemberontak Houthi.

Pada sebuah konferensi pers di New York di hari Kamis (14/06) Alyemany mengatakan: "Kami berada di sebuah daerah dekat bandara, tetapi bukan pelabuhan.

"Pelabuhan laut sama sekali tidak termasuk dalam operasi hari ini," dia menambahkan.

Pelabuhan Hudaydah menentukan kelangsungan hidup dua pertiga penduduk Yaman.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pelabuhan Hudaydah menentukan kelangsungan hidup dua pertiga penduduk Yaman.

Badan Pangan Dunia PBB menyatakan pelabuhan laut masih beroperasi, dan stafnya masih bekerja membagikan makanan.

Direktur Eksekutif WFP, David Beasley mendesak semua pihak "untuk memenuhi kewajiban melindungi warga sipil dan prasarana sipil, serta menghormati hukum kemanusiaan internasional".

Pesawat tempur koalisi seringkali menggempur pelabuhan Hudaydah dalam tiga tahun terakhir meskipun tempat itu penting bagi operasi kemanusiaan. Blokade sebagian pihak koalisi terhadap Hudaydah juga sangat mengurangi impor bahan-bahan kebutuhan pokok.

Dewan Keamanan PBB melakukan rapat tertutup pada hari Kamis (14/06), di tengah kekhawatiran perang akan menyebabkan ribuan orang sipil menjadi korban dan memicu masalah kemanusiaan yang lebih besar.

Sebelum rapat, Utusan Swedia, Carl Skau mengatakan sekarang adalah saatnya bagi dewan untuk segera membekukan serangan terhadap Hudaydah. Meskipun demikian tidak terdapat cukup dukungan di antara anggota dewan.

Mereka "mengulangi kembali desakan agar pelabuhan Hudaydah dan Saleef tetap dibuka", demikian dinyatakan wakil tetap Rusia, Vasily Nebenzia, yang menjadi pimpinan dewan.

Daerah kekuasaan di Yaman.
Keterangan gambar, Daerah kekuasaan di Yaman. Hijau di tangan pemerintah Hadi, coklat dikuasai Houthi.

Nebenzia mengatakan anggota dewan "bersatu dalam menyatakan kekhawatiran mendalam terkait risiko masalah kemanusiaan".

Pemimpin pemberontak, Abdul Malik al-Houthi sementara itu mendesak pendukungnya untuk menggerakkan kekuatan guna mempertahankan Hudaydah. Dia mengancam akan menjadikan daerah tersebut menjadi "rawa" bagi pasukan pendukung pemerintah.

Konflik dahsyat dilaporkan terjadi sejak serangan dimulai dua hari lalu. Posisi Houthi diserang kapal perang dan pesawat tempur pihak koalisi.

Pada hari Kamis (14/06) helikopter tempur Apache membom daerah pantai di dekat bandar udara, kata penduduk setempat kepada kantor berita Reuters.

"Perang semakin mendekati al-Manzar di dekat bandara dan para penduduk melarikan diri karena ketakutan," kata Mohammed Abdullah, yang bekerja untuk pemerintah.

"Keluarga saya meninggalkan Sanaa (ibu kota kelompok pemberontak) kemarin, tetapi saya tetap bertahan sendirian untuk menjaga rumah kami dari penjarahan," dia menambahkan.

yaman

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Personel pasukan pemerintah Yaman melancarkan tembakan ke arah kelompok Houthi di pinggir Kota Hudaydah, Kamis (14/6).

Sumber kesehatan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa 30 pemberontak Houthi terbunuh pada hari Kamis (14/06) disamping sembilan tentara pendukung pemerintah.

Ambulans yang mengungsikan korban meninggal dan terluka terlihat menuju bandara, sementara bala bantuan bergerak ke garis depan, lapor wartawan AFP.

Saluran berita milik Arab Saudi, Al Arabiya melaporkan Presiden Yaman, Abdrabbuh Mansour Hadi telah kembali ke ibu kota sementara Aden untuk mengawasi perang Hudaydah.

"Saat kemenangan dan kembalinya keadilan sudah dekat, ini akan menciptakan kemenangan kehendak rakyata Yaman," dia dikutip mengatakan saat tiba.

Hadi lebih sering berada di negara tetangga Arab Saudi sejak pemberontak merebut Sanaa dan menyerang Aden pada bulan Maret 2015.

Hal ini memicu Arab Saudi dan delapan negara Arab Muslim Sunni untuk melancarkan serangan militer guna mengembalikan kekuasaan Hadi. Pihak koalisi mendapatkan bantuan logistik dan intelijen dari AS, Inggris dan Perancis.

Kelompok koalisi memandang Houthi sebagai bagian dari kekuatan Syiah Iran, yang mendukung pemberontak secara militer. Teheran telah menyangkal tuduhan mempersenjatai pemberontak.