Sepeda-sepeda terlantar yang menemukan hidup baru bersama korban badai

Sumber gambar, Courtesy Logan Mirto
- Penulis, Jessica Lussenhop
- Peranan, BBC News
- Waktu membaca: 5 menit
Ribuan pengunjung ajang tahunan Burning Man menelantarkan sepedanya saat mereka meninggalkan festival di gurun pasir Nevada, Amerika Serikat. Akankah korban badai memberi kesempatan hidup kedua dan tujuan baru kepada sepeda-sepeda malang itu?
Ketika hujan lebat akibat badai Harvey akhirnya berhenti, semua barang milik Yesenia Rodriguez berada enam meter di bawah permukaan air.
"Saya kehilangan sepeda saya. Saya kehilangan mobil saya. Saya kehilangan semua pakaian saya," katanya. "Saya menemukan foto bayi saya di pohon."
Perempuan yang berprofesi sebagai agen real estate ini kemudian tinggal bersama keluarganya dan saat ini memulai kehidupannya lagi dari awal.
Tapi di kota yang luas seperti Houston -sebelum badai menerjang, yang 94% penduduknya memiliki kendaraan bermotor, sebelum badai - berkendara menuju tempat bekerja atau berkeliling kota tanpa mobil adalah tidak mungkin.
Diperkirakan sekitar 500.0000 sampai satu juta mobil hancur oleh banjir akibat badai Harvey. Banyak orang Houston tidak memiliki dana untuk membeli pengganti kendaraan mereka yang terpendam. Dan mobil-mobil sewaan mengalami kelangkaan di beberapa kota di Texas.
Jadi, orang seperti Rodriguez harus beralih dari kendaraan roda empat ke roda dua. Jika dia punya sepeda, katanya, dia tidak harus bergantung pada keluarganya untuk mengantarnya menggunakan mobil bibinya.
Dia bisa menggunakan sepeda untuk transit ke terminal bis dan stasiun kereta, berangkat kerja dan pergi ke toko. Tapi sayangnya, sepeda seharga ratusan dolar pun saat ini berada di luar jangkauannya.
"Membeli sesuatu dengan nilai yang besar sekarang ini tidak masuk akal."
Solusi untuk orang-orang yang berada dalam situasi seperti Rodriguez mungkin berasal dari tempat yang tidak biasa, hampir 3.200km jauhnya di padang gurun Black Rock yang gersang di Nevada.
Setelah sembilan hari yang penuh dengan pesta, musik dan instalasi seni raksasa, ajang seni Burning Man tahun ini berakhir pada 4 September lalu. Teorinya, segala bentuk bukti dari "Kota Black Rock" -yang menarik 70.000 peserta ke gurun pasir yang berdebu - seharusnya lenyap. Salah satu prinsip inti dari festival ini adalah 'tidak meninggalkan jejak.'
Diadakan setiap tahun, Burning Man yang berlangsung mulai hari Minggu terakhir di bulan Agustus sampai hari Senin pertama di bulan September atau dikenal dengan hari buruh di AS. Acara ini digambarkan sebagai eksperimen komunitas dan seni.
Di Burning Man, masyarakat mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi artistik. Beberapa kreativitas yang beragam mencakup seni patung, bangunan, pertunjukan, seni eksperimental dan interaktif yang seringkali terinspirasi dari tema tahunan yang dipilih oleh penyelenggara.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan
Logan Mirto, karyawan Burning Man, mengambil gambar dari tumpukan sepeda penuh debu dan menyebarkannya melalui sosial media dengan judul: "Mohon jangan meninggalkan sepeda Anda di Burning Man."
Foto ini kemudian menjadi viral, dipicu oleh kritik bahwa Burning Man semakin dipandang sebagai festival bagi kaum elit, menarik jutawan (dan beberapa miliarder) dari Silicon Valley dan Hollywood.
"Konsumerisme sekali pakai, terus dan terus," kritik salah satu orang di akun Facebook. "Hebat, pengunjung Burning Man (mereka yang memiliki waktu luang untuk menghabiskan satu bulan di padang pasir dan kemudian meninggalkan sampah mereka untuk diurus orang lain)."
Penyelenggara memasang pesan putus asa di media sosial meminta siapa pun untuk datang dengan truk dan menyelamatkan sepeda-sepeda itu, dengan peringatan bahwa jika tidak dilakukan, sepeda-sepeda ini akan dijadikan besi bekas.

Sumber gambar, Courtesy Matthew Rockwell
Matthew Rockwell, seorang kontraktor Burning Man dan pendiri lembaga Disaster Hack, segera menghubungkan sepeda yang ditinggalkan itu dengan ratusan ribu mobil yang jadi barang rongsokan di Houston. Dia memilah-milah tumpukan itu dan mengambil sekitar 500 sepeda yang menurutnya bisa diperbaiki.
Foto dari sepeda-sepeda yang terbengkalai ini juga menarik perhatian Meg Kiihne, yang tinggal sekitar empat jam dari lokasi. Kiihne pernah tinggal dan mengelola sebuah toko sepeda di Turki dan Caicos, dan melihat foto-foto reruntuhan rumah di Facebook teman-teman dan keluarganya. Dia bilang dia tahu sepeda bisa berguna dalam usaha pemulihan usai badai Irma di Karibia.
"Ada bagian dari pulau yang tidak akan teraliri listrik selama berbulan-bulan," katanya. "Sepeda memungkinkan orang yang barangkali telah kehilangan rumah mereka dan tinggal dengan teman, untuk sampai ke tempat kerjanya di sebuah resor sehingga mereka dapat terus menghasilkan uang untuk membantu membangun kembali rumah mereka ... mereka bisa berkeliling dengan sepeda agar bisa makan."
Setelah secara cepat membentuk Go Fund Me, Kiihne dan sejumlah temannya menyewa sebuah truk dan unit penyimpaan di dekat Reno, Nevada dan berhasil mendapatkan 110 sepeda.

Sumber gambar, Courtesy Meg Kiihne
Dalam 48 jam setelah seruan karyawan Burning Man, semua sepeda telah diangkut dan "Kiamat Sepeda" telah berakhir. Sekarang dimulailah proses pembersihan dan perbaikan yang sulit dari sepeda yang sudah menghabiskan waktu berhar-hari dibawah terik matahari dan tertutup debu karat.
"Kami harus melakukan proses pembersihan intesif dengan memotong semua rumbai-rumbai, lampu, mainan, keranjang, dan kursi, semua bagian tempat lumpur menempel," kata Kiihne.
Ternyata, ada harta karun di padang pasir. Di bawah lapisan rumbai-rumbai dan kain berlapis lumpur itu, misalnya, Kiihne menemukan sepeda merk Trek berkilau bagai baru keluar toko :

Sumber gambar, Courtsey Megan Kiihne
Setelah sepeda dibersihkan dan diperbaiki, tantangan berikutnya adalah membawa mereka ke truk dan kontainer pengiriman menuju Houston dan ke Karibia. Kiihne terus menggalang dana dan melakukan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan agar sepeda-sepedanya ini berhasil menuju Karibia sesegara mungkin.
Sementara Rockwell mengatakan ia akan menyimpan beberapa di Nevada untuk disewakan kembali kepada orang-orang yang datang ke festival Burning Man tahun depan, ia berharap 100 dari sepeda-sepeda itu akan berada dalam truk dan atap mobil RV nya menuju Houston dalam 10 hari ke depan.
Dia mengatakan begitu ia menentukan apa yang dibutuhkan di Houston, dia akan menentukan apakah akan datang lagi dengan kiriman baru.
Carter Stern, direktur eksekutif program pembagian sepeda Houston, memprediksi bahwa dia dapat dengan mudah menemukan pemilik untuk semua 500 sepeda yang didistribusikan Rockwell.
Sebelumnya, Stern sudah mengumpulkan sepeda sumbangan untuk korban topan dalam sebuah kampanye yang disebut Keep Houston Rolling dan mengatakan bahwa dia sudah memiliki daftar orang-orang yang akan mengambil 500 sepeda baru yang disumbangkan oleh Trek dan Giant.

Sumber gambar, EMILY KASK
"Banyak orang yang kehilangan kendaraan tiba-tiba tidak bisa bekerja, tidak mampu untuk mendapatkan mobil baru. Lama setelah kamera TV berita meninggalkan Houston, muncul kebutuhan untuk transportasi," kata Stern. "Saya pikir, kita bisa memberikan 1.000-2.000. Pasti."
Beberapa minggu setelah badai melanda, Rodriguez berhasil mendapatkan sepeda dari Stern dan dia telah menyewa sebuah flat kecil yang dekat dengan pusat kota sehingga dia tidak memerlukan mobil -setidaknya tidak segera.
"Saya bisa bersepeda keliling kota sekarang," katanya kepada BBC. "Perlahan, berbagai hal membaik. Tapi masih jauh dari keadaan semula."











