Gempa Meksiko: Upaya pencarian dilanjutkan, korban terus bertambah

meksiko

Sumber gambar, PEDRO PARDO/AFP

Keterangan gambar, Tim penyelamat berusaha menemukan korban yang kemungkinan masih terperangkap di reruntuhan gedung di Kota Juchitan de Zaragoza, Mexico, 9 September 2017.

Tim penyelamat terus berusaha menyelamatkan orang-orang yang diduga masih terperangkap dalam reruntuhan gedung, hampir 48 jam setelah gempa kuat melanda pantai selatan Meksiko.

Gempa berkekuatan 8,1 skala Richter telah menyebabkan setidaknya 65 orang tewas, demikian keterangan resmi pejabat Meksiko.

200 orang lainnya mengalami cedera, kata Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto, saat mengumumkan hari berkabung nasional.

Upaya penyelamatan setelah gempa, yang terjadi Kamis, berfokus pada wilayah yang paling terdampak yaitu di negara bagian Tabasco, Oaxaca dan Chiapas.

Sementara itu, kategori yang semula dikhawatirkan sebagai Badai Katia, yang menyerang Veracruz di pantai timur pada Sabtu, telah diturunkan menjadi kategori badai tropis.

Pusat Badai Nasional AS melaporkan bahwa kekuatan badai Katia telah melemah setelah sempat menerjang daratan, tetapi pejabat setempat khawatir badai masih dapat menyebabkan tanah longsor dan banjir.

meksiko

Sumber gambar, PEDRO PARDO/AFP

Keterangan gambar, Keluarga korban menangisi salah-seorang anggotanya meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan setelah gempa mengguncang Kota Juchitan de Zaragoza, di negara bagian Oaxaca, 8 September 2017.

Puluhan ribu paket bantuan darurat, serta 100 petugas polisi dan tim penyelamatan tambahan telah dikirim ke Juchitán, Oaxaca, yang merupakan kota yang paling terdampak gempa.

Gempa berkekuatn 8,1 skala Richter ini merupakan yang paling kuat di manapun sejak September 2015, tetapi karena faktor kedalamannya -70km menurut Survei Geologi AS- berarti getaran yang dirasakan di permukaan kurang kuat ketimbang gempa yang sama kuatnya, namun dangkal.

Sedikitnya 37 orang dilaporkan meninggal di Juchitán, menurut surat kabar Milenio. Balai kota dan sejumlah bangunan lainnya hancur atau rusak parah.

"Situasinya Juchitán sangat kritis, ini adalah peristiwa paling mengerikan dalam sejarahnya," kata Walikota, Gloria Sanchez.

Petugas polisi, Vidal Vera, 29 tahun, yang belum tidur lebih dari 36 jam, mengatakan kepada Kantor berita AFP: "Saya tidak ingat gempa yang mengerikan ini.

meksiko

Sumber gambar, BBC

"Seluruh kota saat ini merupakan zona bencana. Banyak kerusakan di mana-mana. Juga banyak yang mati. Saya tidak tahu bagaimana Anda bisa memahaminya. Rasanya sulit, suami ipar saya meninggal. Rumahnya runtuh menimpanya."

Presiden Meksiko, Peña Nieto, yang mengunjungi kota tersebut pada Jumat, mengatakan bendera akan dipasang setengah tiang di seluruh negeri untuk menghormati korban meninggal dan keluarga yang berduka.

Presiden mengatakan dirinya menerima laporan ada 45 orang yang meninggal di Oaxaca, 12 orang di Chiapas dan empat orang lainnya di Tabasco.

Wartawan BBC Arturo Wallace mengatakan wilayah yang paling terdampak adalah daerah paling miskin dan tertinggal di Meksiko.

Sementara, setidaknya satu orang lainnya meninggal di Guatemala, kata presidennya.

Gempa berskala besar itu mengguncang pada pukul 23.50 waktu setempat, yang menyebabkan guncangan keras dan menyebabkan kepanikan.

meksiko

Sumber gambar, RONALDO SCHEMIDT/AFP

Keterangan gambar, Gempa merusak bangunan gereja San Vicente Ferrer di Kota Juchitan de Zaragoza, di negara bagian Oaxaca, Meksiko, 8 September 2017.

Gempa juga memicu peringatan adanya tsunami dan evakuasi ribuan orang di kawasan pesisir di Chiapas. Peringatan itu kemudian dicabut.

Sepanjang hari Jumat, kawasan itu diguncang beberapa gempa susulan.

Keterangan resmi Kantor kepresidenan mengatakan bahwa Presiden akan pergi ke Chiapas untuk melihat kondisi kerusakan.

Paus Fransiskus, yang tengah berada di Kolombia, mengatakan bahwa dia mendoakan "bagi mereka yang meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan".

Gempa ini lebih kuat dari gempa tahun 1985 yang melanda kota Meksiko dan menyebabkan ribuan orang mati.

Para wartawan mengatakan jumlah korban tewas tampaknya lebih sedikit karena terjadi di kawasan yang jumlah penduduknya tidak padat.