Trump: Korut seharusnya bersikap 'sangat, sangat cemas'

Sumber gambar, Reuters
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan Korea Utara seharusnya bersikap "sangat, sangat cemas" jika melakukan sesuatu terhadap AS.
Berbicara dari klub golf miliknya di Bedminster, Negara Bagian New Jersey, Trump menolak membicarakan kemungkinan terjadinya serangan pendahuluan ke Korut.
"Kami tidak membincangkan soal itu. Saya tidak pernah mengatakannya."
Namun, dia menambahkan, "Jika Korea Utara melakukan sesuatu atau bahkan sekadar berpikir menyerang siapapun yang kami sayangi, atau yang kami wakili, atau sekutu kami, atau kami, mereka dapat bersikap sangat, sangat cemas."
"Saya katakan kepada Anda mengapa…Karena sejumlah hal akan terjadi pada mereka yang bahkan mereka pikir mustahil," papar Trump.
Trump lalu berkata lagi, "Saya katakan ini kepada Anda, Korea Utara sebaiknya bersikap bijaksana atau mereka akan dapat masalah seperti yang pernah dialami beberapa negara."

Sumber gambar, KCNA
Komentar Trump mengemuka setelah Pyongyang mengumumkan rencana menembakkan empat rudal dekat Guam, pulau di Samudera Pasifik yang merupakan markas militer AS sekaligus menampung persenjataan strategis dan sekitar 163.000 tentara AS.
Korea Utara menanggapi ultimatum Trump dengan menyebut perkataan presiden AS itu "omong kosong".
Pada hari Rabu Korea Utara mengumumkan untuk pertama kali bahwa mereka merencanakan serangan rudal terhadap Guam.
"Roket Hwasong-12 yang akan diluncurkan oleh Tentara Rakyat Korea akan melintasi angkasa di atas Shimane, Hiroshima dan Prefektur Koichi di Jepang," kantor berita Korut KCNA melaporkan, mengutip panglima militer Jenderal Kim Rak Gyom.
"Rudal-rudal itu akan terbang sejauh 3.356,7km selama 1,065 detik dan mencapai perairan yang berjarak 30-40 km dari Guam."

Sumber gambar, Reuters
Pada akhir Juli lalu, Korea Utara meluncukan rudal balistik antarbenua yang kedua dalam tempo satu bulan.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan uji coba tersebut membuktikan bahwa seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan serangan Korea Utara.
Selang dua hari kemudian, AS melakukan uji coba sistem pertahanan rudal yang dikenal dengan nama Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) dan menerbangkan pesawat pengebom B-1B di atas Semenanjung Korea.










