Krisis Qatar: Arab Saudi dan sekutunya akan gelar pertemuan di Kairo

Sumber gambar, Reuters
Bahrain, Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab akan menggelar pertemuan untuk membicarakan krisis Qatar, satu bulan setelah mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan negara tersebut.
Pertemuan para menteri luar negeri negara-negara Arab itu akan digelar di Kairo bersamaan dengan tenggat waktu yang diberikan kepada Qatar untuk melaksanakan tuntutan mereka atau menghadapi sanksi lanjutan.
Tuntutan kepada Qatar, antara lain, agar mereka menutup stasiun berita Al-Jazeera dan mengurangi hubungan dengan Iran.

Sumber gambar, EPA
Qatar sejak awal menyebut daftar tuntutan tersebut "tidak realistis dan tidak dapat dilaksanakan".
Negara-negara Arab di kawasan Teluk itu menuduh Qatar mendukung ekstrimisme dan terorisme sehingga menyebabkan ketidakstabilan di kawasan Teluk. Tuduhan ini berulangkali disangkal oleh Qatar.
Negara berukuran kecil ini mendapat sanksi diplomatik dan ekonomi dari Arab Saudi, Mesi, UAE dan Bahrain, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sanksi itu menyebabkan gejolak di negara kaya minyak dan gas tersebut, yang selama ini bergantung kepada impor untuk memenuhi kebutuhan penduduknya yang berjumlah 2,7 juta.
Pada Senin (03/07), Arab Saudi dan sekutunya telah memberi tambahan waktu dua hari kepada Qatar untuk melaksanakan ultimatumnya jika ingin adanya pemulihan hubungan. Ini dilakukan setelah batas waktu 10 hari sebelumnya telah berakhir.
Pihak berwenang di Doha telah menanggapi tuntutan tersebut tetapi tidak mengumumkannya secara rinci kepada pubilk. Namun Qatar mengatakan tuntutan tersebut telah melanggar hukum internasional.
Pada Selasa, Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdul Rahman al-Thani menggambarkan tuntutan tersebut sebagai hal yang tidak realistis.

Sumber gambar, Getty Images
"Ini bukan tentang terorisme, ini tentang upaya membunuh kebebasan berbicara," katanya.
Keempat negara tersebut menuduh Doha memberi tempat kepada berbagai kelompok Islam yang dianggap sebagai organisasi teroris - termasuk Ikhwanul Muslimin - dan memberi mereka akses ke saluran satelit Al Jazeera, yang didanai oleh pemerintah Qatar.
Sebauh tuduhan yang sejak awal dibantah Qatar.
Bagaimanapun, akibat sanksi tersebut, Iran dan Turki telah memasok bantuan makanan dan kebutuhan pokok lainnya kepada Qatar.









