ISIS mengaku militannya yang melakukan serangan di Berlin

Sumber gambar, AFP/FRANCOIS NASCIMBENI
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mengatakan salah seorang militannya yang melakukan serangan di sebuah pasar Natal di ibu kota Jerman, Berlin.
Truk yang menabrak kerumunan orang, Senin (11/12), menewaskan 12 orang dan puluhan lainnya cedera.
Identitas penyerangnya belum dipastikan dan klaim ISIS tersebut masih belum bisa dikukuhkan.

Sumber gambar, Reuters
Jaksa penuntut Jerman sudah membebaskan satu-satunya tersangka yang sempat ditangkap dengan alasan bukti yang tidak cukup. Media melaporkan tersangka itu berkebangsaan Pakistan bernama Naved B.
Pihak berwenang menduga penyerangnya -atau mungkin beberapa penyerang- berhasil melarikan diri.
ISIS, melalui kantor beritanya, mengatakan bahwa salah satu 'tentaranya' yang melakukan serangan di Berlin sebagai 'tanggapan atas seruan untuk menjadikan negara-negara koalisi sebagai sasaran'.

Sumber gambar, EPA/MAURIZIO GAMBARINI
Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas De Maiziere, menepis pernyataan ISIS itu dengan menyebutkan 'beberapa penyelidikan sedang dilakukan'.
Bagaimanapiun Jaksa Agung Federal, Peter Frank, mengatakan kepada para wartawan bahwa gaya serangan dan pilihan sasaran merujuk pada ektstrimisme Islam.
Sebelum tersangka berkebangsaan Pakistan dibebaskan, pihak berwenang mengatakan mereka tidak yakin jika dia memang terlibat dalam serangan.
Satu-satunya tersangka ditangkap di sebuah taman setelah dilaporkan melarikan diri dari tempat kejadian dan terlihat oleh seorang warga, yang memberi tahu polisi.
Supir truk yang sebenarnya -Lukasz Urban, warga Polandia- ditemukan tewas di kursi penumpang dan -menurut beberapa laporan- menderita luka tembak dan tikaman di tubuhnya. Tidak ada senjata api yang ditemukan.
Acara mengenang korban sudah digelar di gereja Kaiser Wilhelm Memorial, tak jauh dari Pasar Natal Breitscheidplatz, tempat serangan yang menewaskan 12 orang tersebut.










