Pejabat pemerintah yang 'memimpin'

Sumber gambar, AFP
- Penulis, Liston P Siregar
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Mundur dari jabatan sudah soal bisa di kalangan politisi atau pejabat pemerintah di Inggris, dan juga di Eropa sebenarnya.
Daftarnya agak panjang, termasuk para anggota parlemen yang terlibat skandal klaim pengeluaran beberapa tahun lalu maupun pejabat tinggi, seperti juru bicara kantor perdana menteri, Andy Coulson, yang mundur karena diduga terlibat skandal penyadapan telepon koran milik raja media Rupert Murdoch, News of The World.
Singkatnya semakin ditarik ke belakang waktunya maka semakin banyak daftar para politisi dan pejabat pemerintah Inggris yang mundur.
Yang terakhir -hingga saat ini- adalah Menteri Imigrasi, Mark Happer, yang menggunakan jasa pembersih rumah yang tidak memiliki izin kerja.
Rupanya pembersih tersebut sudah bekerja untuknya sebelum dia menjadi menteri dan memiliki izin kerja resmi dan dalam perjalanan waktu izin kerja pembersih itu ternyata habis.
Happer yang tugasnya antara lain mengurusi imigrasi tak punya banyak pilihan dan sederhana saja dengan mengundurkan diri dan perdana menteri juga membuatnya sederhana dengan menerima pengunduran diri tersebut.
Prinsip politik
Di tengah-tengah bencana banjir di Inggris selama beberapa pekan belakangan, juga muncul tekanan dari masyrakat dan media agar Kepala Badan Lingkungan Inggris, Lord Smith, mengundurkan diri.

Sumber gambar, PA
Jelas tak ada yang bisa mencegah bencana banjir di Inggris tersebut namun banyak kritik atas penanganan dan penyaluran bantuan yang sempat dianggap lambat.
Salah satu kelambanan Lord Smith adalah kunjungannya ke korban banji dan di zaman modern, gambar atau video 'blusukan' ala Jokowi jelas amat membantu pencitraan.
Lord Smith akhirnya berkunjung langsung ke lapangan dan menegaskan tidak akan mundur.
Waktu berlalu dan tekanan berkurang -sejalan dengan permukaan air yang mulai turun di beberapa tempat- sehingga posisi Lord Smith aman hingga masa jabatan usai beberapa bulan mendatang.
Masih tentang soal mundur, saya ingat mendiang mantan Menlu Robin Cook, yang tahun 2003 mundur dari jabatan Ketua Parlemen karena menentang perang Irak.
Dia mengungkapkan penentangan atas perang Irak dan ketika Perdana Menteri Tony Blair, tetap mendukung Amerika Serikat, maka dia pun mundur.
Pengunduran diri itu membuat Cook menjadi politisi yang dihormati karena memiliki prinsip politik.
Pemimpin yang bertarung

Pekan-pekan belakangan ini, setiap saya membuka situs internet berita Indonesia pasti ada berita di seputar Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Risma antara lain curhat ke anak buahnya ke rekan partainya dan juga ke media tentang tekanan agar dia mengundurkan diri dari sesama politisi.
Laporan-laporan menyebutkan Risma menentang pembangunan jalan tol di Surabaya karena menganggap yang lebih perlu adalah pembenahan transportasi umum.
Masih belum jelas apakah tekanan agar Risma mundur masih sama kuat sejak pertama kali isu itu muncul atau peliputan yang meluas di media membuat posisinya semakin kuat.
Apa pun, kalau dari jauh sini saya boleh berkomentar, jelas tidak ada alasan bagi Risma untuk mundur jika dia menentang pembangunan jalan tol.
Justru pemimpin harus terus berada menghadapi masalah apa pun dan memperjuangkan keputusan yang dianggapnya benar dan menang itulah tugas utama para politisi dan pejabat.
Jadi bukan curhat ke media tapi 'bertarung' secara politis hingga titik terakhir.
Tapi di zaman modern ini, curhat ke masyarakat umum, mungkin juga sudah jadi salah satu strategi dalam pertarungan politik.









