Paus sperma yang terdampar di pantai Banda Aceh diautopsi

Tim dari Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah mengautopsi bangkai paus sperma.

Sumber gambar, Jun Ha

Keterangan gambar, Tim dari Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah mengautopsi bangkai paus sperma.

Seekor paus sperma yang terdampar dan mati di pantai Alue Naga, Banda Aceh, telah diautopsi oleh tim Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Sejumlah saksi mata menyebutkan paus tersebut terdampar di pinggir pantai sejak Rabu (03/08) sore, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mati pada Kamis (04/08) pagi.

  • <link type="page"><caption> Sebagian besar paus terdampar kembali ke laut lepas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160616_indonesia_paus_probolinggo" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Bangkai paus yang terdampar belum dikubur</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2012/10/121003_paus_ntt_update" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Hiu Paus kembali terdampar di pantai Yogyakarta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2012/08/120804_whalesharkyogya" platform="highweb"/></link>
Sejauh ini belum diketahui secara pasti mengapa paus itu terdampar.

Sumber gambar, Jun Ha

Keterangan gambar, Sejauh ini belum diketahui secara pasti mengapa paus itu terdampar.
Paus tersebut terdampar di pinggir pantai sejak Rabu (03/08) sore, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mati pada Kamis (04/08) pagi.

Sumber gambar, Jun Ha

Keterangan gambar, Paus tersebut terdampar di pinggir pantai sejak Rabu (03/08) sore, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mati pada Kamis (04/08) pagi.

"Semula ada dua ekor paus, tetapi yang satu berhasil kembali ke laut. Satu lagi akhirnya tewas," kata Kepala Satuan Kerja Pengawasan dan Sumber Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan di Banda Aceh, Bustami, kepada wartawan, Kamis (04/08).

Sampai Kamis sore, lebih dari seratus warga kota Banda Aceh masih memadati bangkai paus yang panjangnya mencapai sekitar delapan meter, seperti dilaporkan wartawan di Banda Aceh, Junaidi Hanafiah kepada BBC Indonesia.

Sampai Kamis sore, warga Banda Aceh dan sekitarnya tertarik untuk melihat bangkai paus tersebut.

Sumber gambar, Jun Ha

Keterangan gambar, Sampai Kamis sore, warga Banda Aceh dan sekitarnya tertarik untuk melihat bangkai paus tersebut.

Untuk memastikan penyebab kematian paus tersebut, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, telah menurunkan tim untuk memastikan penyebab kematiannya.

Sejauh ini belum diketahui secara pasti mengapa paus itu terdampar. "Mungkin, karena sakit atau perubahan cuaca," kata Bustami.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi terdamparnya paus mengharapkan agar bangkai paus itu dipindahkan atau dikubur. "Karena, mereka takut dampak kesehatannya," kata Junaidi.

Sampai sekitar pukul 14.00, bangkai paus tersebut masih belum dipindahkan dari bibir pantai Alue Naga, karena air laut masih pasang.

"Mungkin, karena sakit atau perubahan cuaca," kata Bustami.

Sumber gambar, Jun Ha

Keterangan gambar, "Mungkin, karena sakit atau perubahan cuaca," kata Bustami.
Sampai sekitar pukul 14.00, bangkai paus tersebut masih belum dipindahkan dari bibir pantai Alue Naga, karena air laut masih pasang.

Sumber gambar, Junn Ha

Keterangan gambar, Sampai sekitar pukul 14.00, bangkai paus tersebut masih belum dipindahkan dari bibir pantai Alue Naga, karena air laut masih pasang.