Tujuh awak kapal Indonesia 'disandera' anggota Abu Sayyaf

Tujuh awak kapal Indonesia ditahan kelompok yang diduga anggota Abu Sayyaf, sedang enam awak lainnya dipulangkan ke Indonesia.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Tujuh awak kapal Indonesia ditahan kelompok yang diduga anggota Abu Sayyaf, sedang enam awak lainnya dipulangkan ke Indonesia.

Tujuh awal kapal (ABK) TB Charles asal Indonesia "disandera" oleh kelompok Abu Sayyaf.

Salah seorang di antara ABK yang "diculik" tersebut Ismail, yang kemarin menghubungi istrinya, Dian Megawati.

Dari komunikasi ini diketahui Ismail dan enam awak lainnya ditangkap kelompok anggota Abu Sayyaf.

Mega menjelaskan pertama kali ditelepon oleh suaminya yang meminta agar ia menghubungi perusahaan tempatnya bernaung, wartawan, dan pemerintah mengenai penyanderaan tujuh awak kapal.

Mega kemudian diberikan nomor telepon penyandera yang harus dihubungi, namun ketika dihubungi, nomor yang diberi tidak dapat tersambung.

Penyandera dilaporkan meminta tebusan sebesar 20 juta ringgit atau sekitar Rp60 miliar, jika tidak maka penyandera akan memenggal kepala para awak kapal.

Taufik Qurahman, juru bicara PT Rusianto Bersaudara, pemilik kapal TB Charles, membenarkan tujuh ABK mereka yang hilang.

“Sudah kami koordinasikan dengan jajaran TNI dan Polri dan aparat-aparat terkait termasuk wali kota Samarinda," kata Taufik.

  • <link type="page"><caption> Empat warga Indonesia sandera Abu Sayyaf tiba di Jakarta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160513_indonesia_4sandera_mendarat" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Dibebaskan, empat sandera WNI di Filipina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160511_indonesia_empat_wni_bebas" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Jokowi: pulau lokasi empat sandera Indonesia sudah diketahui</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160505_indonesia_jokowi_tiga_negara" platform="highweb"/></link>

Sebelumnya, sempat ada pemberitaan panglima TNI yang mengatakan berita penyanderaan tidak benar.

Sepuluh awak kapal yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan bulan lalu.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sepuluh awak kapal yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan bulan lalu.

Alasannya, menurut Taufik, pada saat informasi masuk, posisi kapal sedang bergerak dengan kecepatan yang dianggap wajar. Sedang, jika dirompak, maka mereka berasumsi kapal akan berhenti.

Meski cemas, pihak keluarga awak kapal yang ditahan sudah menyerahkan masalah ini ke pihak pemerintah dan perusahaan.

Menurut KompasTV, ketujuh awak kapal yang ditahan adalah Ferry Arifin (nahkoda), Mabrur Dahri, Suryono, Ismail, Moh. Nasir, Moh. Sofyan, dan Robin Peter.

  • <link type="page"><caption> 10 WNI di Filipina dibebaskan penyandera</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160501_indonesia_10_wni_filipina_bebas" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Presiden: Pembebasan 10 WNI dari Abu Sayyaf hasil kerja sama banyak pihak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160501_indonesia_wni_sandera_bebsa" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Menlu Retno kembali tegaskan tak akan bayar tebusan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160419_indonesia_tebusan_retno" platform="highweb"/></link>

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan pihaknya belum bisa memberikan banyak penjelasan.

“Yang pasti kami sudah membuka komunikasi dengan pihak perusahaan dan pihak Filipina ... dari Filipina belum mendapatkan verifikasi apa pun," kata Arrmanatha.

Sebelumnya, 14 pelaut Indonesia lainnya pernah disandera kelompok radikal Abu Sayyaf asal Filipina, dan sudah dibebaskan.