Apa artinya dukungan sejuta KTP untuk Ahok?

Sejuta KTP untuk Ahok menorehkan catatan sejarah dalam Pilkada Indonesia

Sumber gambar, BBC INDONESIA

Keterangan gambar, Sejuta KTP untuk Ahok menorehkan catatan sejarah dalam Pilkada Indonesia

Terkumpulnya 1.024.632 KTP untuk Ahok menjadi catatan sejarah karena menjadi dukungan KTP terbanyak sepanjang pemilihan kepala daerah di Indonesia sejauh ini.

“Tidak pernah ada dukungan KTP diatas satu juta… Ini juga menunjukkan sikap keberagaman di Jakarta,” jelas Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz, kepada wartawan BBC Indonesia, Mehulika Sitepu.

Tapi bagaimana menempatkan dukungan satu juta lebih untuk Ahok tersebut dalam pilkada di Jakarta?

Mari kita bandingkan angka-angkanya.

Menurut Masykurudin, dukungan terhadap Ahok sebagai calon perseorangan sama besarnya dengan dukungan untuk partai mayoritas, jika didasarkan pada angka semata tentunya.

DPRD

Sumber gambar, PIKTOCHART

Keterangan gambar, Proporsi satu juta KTP untuk Ahok dalam perolehan kursi dan prediksi jumlah pemilih di DKI Jakarta.

Dengan 106 kursi di DPRD DKI Jakarta, maka rata-rata satu kursi mewakili 43.842 suara sehingga dengan demikian dukungan 1.024.632 untuk Ahok setara dengan perolehan 23 kursi di DPRD, atau sekitar 22% dari total kursi di DPRD.

Peringkat dua?

Jika dibandingkan dengan perolehan partai politik lain -sesuai situs http://dprd-dkijakartaprov.go.id- maka 'suara Teman Ahok berada di peringkat dua di bawah PDI Perjuangan.

  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan : 28 kursi
  • (Jika KTP Ahok disamakan dengan perolehan suara : 23 kursi)
  • Partai Gerindra : 15 kursi
  • Partai Keadilan Sejahtera : 11 kursi
  • Partai Persatuan Pembangunan : 10 kursi
  • Partai Demokrat : 10 kursi
  • Partai Hati Nurani Rakyat : 10 kursi
  • Partai Golongan Karya : sembilan kursi
  • Partai Kebangkitan Bangsa : enam kursi
  • Partai Nasional Demokrat : lima kursi
  • Partai Amanat Nasional : dua kursi

Adapun jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya saat Pilkada DKI Jakarta 2012 mencapai 4.647.304 atau sekitar 66,42% dari total pemilih terdaftar sebesar 6.996.951, berdasarkan rekapitulasi KPU DKI Jakarta September 2012 lalu.

  • <link type="page"><caption> Ahok 'dapat restu' lewat jalur perseorangan atau parpol</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160619_indonesia_teman_ahok" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Teman Ahok lampaui target, kumpulkan lebih dari satu juta KTP</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160619_indonesia_ahok_1000ktp" platform="highweb"/></link>

Masykurudin memprediksikan ada kenaikan 10% dalam jumlah pemilih terdaftar untuk Pilkada DKI Jakarta pada 2017 nanti, sehingga menjadi sekitar 7.700.000 suara.

Dengan asumsi kecenderungan yang sama pada 2012 lalu, dia kemudian memprediksi jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih sebesar 63% dari total pemilih, yaitu sebanyak 4.850.000.

Warga menggunakan hak pilihnya di Pilkada DKI Jkaarta 2012
Keterangan gambar, Warga menggunakan hak pilihnya di Pilkada DKI Jkaarta 2012

Artinya -jika semua yang memberikan dukungan kepada KTP datang ke TPS- teman Ahok diperkirakan 'akan' mengumpulkan sekitar 21% suara dalam pilkada tahun depan.

Tentu saja semua itu sebatas pada perkiraan angka-angka semata.

  • <link type="page"><caption> KPK sebut tak ada pidana di kasus Ahok- RS Sumber Waras</caption><url href="160614_indonesia_bpk_dpr_sumberwaras " platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Gubernur Ahok tidak ‘melawan hukum' dalam kasus RS Sumber Waras</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160613_indonesia_kpk_sumberwaras" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> KPK periksa Ahok terkait RS Sumber Waras</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160412_indonesia_ahok_sumber_waras" platform="highweb"/></link>

Tiga tahapan

Dalam kenyataannya, jangankan memperkirakan hasil, soal kepastian pencalonan Ahok saja masih menjadi tanda tanya: apakah jalur perseorangan atau lewat jalur partai politik?

Bagaimanapun -menurut Titi Anggraini dari Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi)- jika Ahok ingin maju sebagai calon perseorangan masih ada tiga tahapan yang harus dilalui.

Ada dua calon perseorangan dalam PIlkada DKI Jakarta 2012.
Keterangan gambar, Ada dua calon perseorangan dalam PIlkada DKI Jakarta 2012.

“Yang pertama menyetorkan syarat dukungan yang menjadi syarat administratif.

“Kedua, memastikan diri di verifikasi faktual... yang akan dicek satu persatu apakah benar seseorang (pemilih) mendukung atau tidak.

“Tapi disitu saja belum berhenti. Untuk benar-benar memenangkan calon yang benar-benar didukung, dia (pemilih) tetap harus datang ke TPS. Apalagi dari hasil data membuktikan bahwa hampir mayoritas kebanyakan calon perseorangan, ternyata perolehan suaranya di hari pemungutan suara lebih rendah daripada syarat dukungan yang diperoleh,” jelas Titi.

  • <link type="page"><caption> Disebut terkait Sumber Waras, elektabilitas Ahok malah naik </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160425_indonesia_ahok_elektabilitas" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Tuntutan FPI tangkap Ahok, KPK 'masih mencari bukti</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160404_trensosial_ahok_kpk" platform="highweb"/></link>

Di Pilkada 2012 lalu, misalnya, pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin hanya meraih 215.935 suara walaupun sebelumnya mereka berhasil mengumpulkan 422.939 KTP sebagai dukungan untuk maju sebagai calon perseorangan.

Begitupun pasangan Hendardji Soepandji-Riza Patria yang hanya mengumpulkan 85.990 suara, jauh di bawah dukungan 579.719 KTP yang mereka peroleh.

Maka hal yang sama menjadi tantangan bagi Teman Ahok: apakah 1.024.632 pemilik hak pilih yang sudah memberikan KTP mereka akan benar-benar pergi ke TPS pada hari pemungutan suara dan mencoblos Ahok?