Pemerintah Indonesia tunda pembangunan gedung baru

Pemerintah Indonesia akan melakukan penghematan sebesar Rp50,6 triliun dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP), salah satunya dengan berhenti membangun gedung baru.
“Ini adalah moratorium pembangunan gedung kantor. Yang tidak kena moratorium hanya pembangunan gedung untuk sarana pendidikan seperti sekolah, maupun sarana kesehatan seperti rumah sakit,” kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro kepada wartawan setelah sidang kabinet paripurna, Selasa (07/04).
Penghematan di sisi lain yaitu dari pengurangan subsidi BBM dan elpiji hingga Rp23,8 triliun.
- <link type="page"><caption> Penganggaran gedung baru DPR 'tidak transparan'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/11/151103_indonesia_anggaran_gedungdpr.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Presiden Jokowi ingin prioritaskan aliran dana ke daerah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150814_indonesia_rapbn_jokowi.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Presiden: Pergantian pimpinan KPK 'tidak pengaruhi kinerja KPK'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151229_indonesia_gedungbaru_kpk.shtml" platform="highweb"/></link>
Adapun penghematan sebesar Rp50,6 triliun itu, tambah Bambang, berasal dari belanja Kementrian/Lembaga, yakni efisiensi belanja operasional sekitar Rp21,5 triliun dan penghematan belanja bantuan sosial serta kegiatan pendukung yang bisa ditunda sekitar Rp29,2 triliun.
Termasuk belanja operasional yaitu perjalanan dinas, paket rapat, belanja jasa serta pembangunan gedung.
Perubahan Asumsi
Di samping penghematan, pemerintah juga menyampaikan penambahan belanja di beberapa kementerian terutama di Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait Asian Games.
Tambahan lainnya yaitu pembangunan dan rehabilitasi lembaga pemasyarakatan sebesar Rp1,6 trliun.
Bambang juga mengatakan akan ada tambahan dana untuk pembangunan infrastruktur di Papua, tetapi tidak menyebutkan jumlahnya.
Menurut Bambang, penghematan dilakukan dengan beberapa perubahan asumsi. Antara lain turunnya inflasi dan harga minyak dunia. "Inflasi diperkirakan turun dari 4,7% menjadi 4%. Sedangkan harga minyak otomatis turun dari US$50 per barel menjadi sekitar US$35 per barel. Demikian juga ada adjustment sedikit pada produksi minyak maupun gas," jelasnya. Dia menegaskan, pemerintah akan menjaga pertumbuhan ekonomi tetap di 5,3% serta nilai tukar rupiah tetap di sekitar Rp13.400 per US$1.









