Tembakan atas dua kapal ikan Taiwan yang masuk Indonesia

Kapal Taiwan

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kedua kapal tidak menggunakan bendera apapun.
Waktu membaca: 1 menit

Indonesia melepas tembakan ke dua kapal penangkap ikan Taiwan yang sempat memasuki wilayah perairan Indonesia di lepas pantai Sumatra.

Namun Wakil Ketua Satuan Tugas Pemberantasan Illegal Fishing -yang juga disebut Satgas 115-, Yunus Hussein, menegaskan penembakan dilakukan setelah melewati prosedur tertentu.

"Peringatan sudah diberikan, bukan saja hanya dengan lampu, juga dengan pengeras suara dan tembakan peringatan ke atas. Sudah dipenuhi semua prosedur itu," tegasnya kepada wartawan BBC Indonesia, Liston P Siregar.

  • <link type="page"><caption> Protes ke Cina 'wujud keseriusan' penangkapan ikan ilegal</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160321_indonesia_natuna_cina" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Penangkapan kapal ikan asing ilegal Cina di Natuna 'digagalkan'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160320_indonesia_kapal_cina" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kapal FV Viking berbendera Nigeria akan ditenggelamkan di Pangandaran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160313_indonesia_viking_penenggelaman" platform="highweb"/></link>

Insiden ini terjadi sekitar 10 hari setelah pemerintah Indonesia menenggelamkan sebuah kapal berbendera Nigeria, Senin 14 Maret lalu, karena sudah berulang kali melakukan penangkapan ikan gelap di perairan Indonesia.

Dalam insiden terbaru atas dua kapal Taiwan, Yunus Husein, mengatakan keduanya sempat membahayakan kapal patroli Indonesa yang lebih kecil sehingga tembakan sebagai langkah terakhir diarahkan ke kapal.

"Tidak ditujukan kepada sasaran manusia, tapi ke arah kapal sesuai dengan prosedur. Kalau prosedur itu diarahkan ke brigde di bagian depan."

Laporan kantor berita AFP menyebutkan di salah satu kapal tersebut ditemukan 10 lubang peluru, namun Husein mengatakan tidak melihatnya dari foto-foto yang diterima oleh Satgas 115.

"Mereka tanpa bendera sama sekali. Dan memang melakukan penangkapan perikanan, dilihat dari tali-talinya. Niat baiknya sudah kelihatan karena tanpa bendera, "tambah Husein.

Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dalam mengatasi penangkapan ikan ilegal di perairannya dan Rabu 24 Maret, Satgas 115 menerima laporan penangkapan lima kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia untuk menangkap ikan.