Keluarga minta Bahrun Naim muncul ke publik

Sumber gambar, Fajar Sodiq
Keluarga Bahrun Naim di Solo, Jawa Tengah, meminta Bahrun menampakkan diri setelah meyakini bahwa rekaman suara yang beredar di komunitas aktivis gerakan di Solo merupakan suara Bahrun.
Dalam jumpa pers di Solo, Selasa (19/1) siang waktu setempat, <link type="page"><caption> Dahlan Zaim selaku adik kandung Bahrun Naim</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160117_indonesia_teror_radikal_solo" platform="highweb"/></link> mengatakan ucapan kakaknya kerap disertai kalimat-kalimat bercanda, seperti ‘dari Hongkong’.
“Itu kita benarkan memang suara dari Mas BN (Bahrul Naim). Mas BN memang punya aksen-aksen nada slengekan,“ ujar Dahlan sebagaimana dilaporkan wartawan di Solo, Fajar Sodiq.
Setelah yakin bahwa <link type="page"><caption> rekaman suara yang beredar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160118_indonesian_bahrun_rekaman" platform="highweb"/></link> memang suara Bahrun Naim, Dahlan meminta kakaknya segera menampakkan diri.

Sumber gambar, Reuters
Dalam rekaman berdurasi enam detik yang beredar di komunitas aktivis gerakan di Solo, Jawa Tengah, seseorang yang diduga Bahrun berujar, “Lha, wong saya itu jarang online, dikira komunikasi, komunikasi dari Hong Kong?”.
Bagaimanapun polisi sendiri masih menyelidiki kebenaran apakah rekaman yang beredar adalah suara Bahrun.
Kepala Polisi, Jenderal Badrodin Haiti, meminta terduga dalang serangan bom dan penembakan di pusat perbelanjaan di Jakarta itu, untuk menjelaskan bantahannya.
“Kalau dia mau, dia bisa keluar dan bicara di publik. Biar kita publish,” kata Badrodin kepada wartawan, Minggu (17/01).
Nama Bahrun Naim disebut-sebut sebagai <link type="page"><caption> dalang peristiwa penyerangan di kawasan Sarinah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160115_indonesia_bahrunnaim" platform="highweb"/></link>, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1). Dia dituding berkomunikasi dengan kelompok sel di Solo dalam merancang penyerangan.









