Tiga napi buron anggota 'kelompok kekerasan bersenjata'.

Sumber gambar, AFP
Sampai kemarin, petugas keamanan di Papua masih melakukan pengejaran terhadap 13 narapidana yang kabur dari penjara di Abepura, Jayapura.
Dari 13 orang tersebut, tiga narapidana, menurut aparat keamanan, adalah bagian dari 'kelompok kekerasan bersenjata'.
Kepala Lapas Abepura, Bagus Kurniawan, menyebut bahwa dua napi, Usmin Telenggen dan Yogor Telenggen, terlibat dalam penembakan pesawat Trigana dan penembakan kantor polsek di Puncak Jaya, sedangkan Ari Muyak terlibat dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan di Merauke.
“Proses pengejarannya tetap dilakukan oleh Polda, bersama dengan TNI. Sampai sekarang mereka masih berada di titik-titik tertentu yang tidak mungkin saya sebutkan karena bukan kewenangan saya, tapi pengejaran tetap dilakukan,” kata Bagus kepada wartawan BBC Indonesia, Isyana Artharini.
Dari rapat koordinasi bersama dengan Polda Papua dan TNI yang berlangsung kemarin, Bagus mengatakan, berdasarkan informasi polisi, mereka memperkirakan para napi masih di Jayapura atau di Kabupaten Jayapura saja.
“Kan di sini gunung-gunung juga banyak, kita belum pasti lokasinya di mana,” tambah Bagus.
Akan kembali ke pangkalan?
Bagus menambahkan aparat keamanan yakin bahwa mereka masih berada di wilayah Jayapura karena polisi sudah berada di perbatasan dan belum melihat adanya pergerakan para narapidana ini.
Victor Yeiwo, Ketua Komite Nasional Papua Barat, yang merupakan bagian politik dari Organisasi Papua Merdeka, membenarkan bahwa ketiga napi yang kabur adalah anggota OPM.
Ketiganya, menurut Victor, akan berusaha bergabung kembali dengan kesatuan mereka.
“Kami sudah pastikan bahwa mereka adalah bagian dari tentara nasional Papua Barat. Tentara nasional Papua Barat punya komando masing-masing, jadi kalau mereka terdaftar sebagai anggota tentara Papua Barat, mereka pasti akan diamankan di base. Mereka punya kontak, mereka punya jaringan, mereka akan kembali ke mereka punya base,” kata Victor.
Ketika ditanya apakah ketiganya sudah menghubungi, Victor mengatakan, ”Belum, belum, belum. Mereka masih.. masih..belum... kami juga belum mengetahui kontak mereka sampai hari ini, tapi saya pastikan mereka akan kembali ke base mereka.”









