Buru penyerang Mapolsek Sinak, Polda Papua kerahkan 50 personel

Sumber gambar, Reuters
Sebanyak 50 polisi dari Jayapura, Timika, dan Wamena dikerahkan untuk memburu pelaku penyerangan Mapolsek Sinak, Kabupaten Puncak.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Patrige Renwarin, mengatakan sebagian besar polisi yang dikerahkan merupakan anggota Brimob.
“Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpaw kini berada di Mapolsek Sinak untuk memimpin olah tempat kejadian perkara dan proses penyelidikan di sana,” kata Kombes Patrige Renwarin kepada BBC Indonesia.
Menurutnya, proses penyelidikan di kawasan Sinak akan dapat menentukan kelompok mana yang melakukan penyerangan mengingat ada beberapa kelompok bersenjata yang bergerilya di Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya.
Penyerangan, kata Patrige, bermula ketika terdengar suara tembakan di belakang Mapolsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, pada Minggu (27/12), sekitar pukul 20.15 WIT.
Sesaat kemudian sebanyak 10 orang menyeruak masuk dan melepaskan tembakan.

Sumber gambar, AFP
Tembakan pertama mengenai tangan Bripda Rian, namun dia dan Briptu Suma sempat melarikan diri.
Tiga polisi lainnya, Briptu Ridho, Bripda Arman, dan Bripda Ilham, terkena rentetan tembakan dan meninggal di tempat.
Dalam serangan tersebut, pihak penyerang merampas sejumlah senjata api. “Ada beberapa senjata yang hilang, sekarang masih dilakukan pengecekan,” kata Patrige.
Aksi penyerangan menjelang akhir tahun yang menewaskan polisi di Kabupaten Puncak juga pernah terjadi, pada Desember 2014 lalu. Ketika itu, <link type="page"><caption> dua anggota Brimob ditembak mati beberapa orang bersenjata di Ilaga, Kabupaten Puncak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/12/141203_papua_brimob_ditembak" platform="highweb"/></link>.
Para pelaku penembakan juga diduga merebut dua pucuk senjata dari anggota Brimob yang ditembak.










