Satu korban selamat KM Marina ditemukan di keramba

Sumber gambar, AFP
- Penulis, Rafki Hidayat
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Satu orang korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Marina di Teluk Bone, Sulawesi Selatan, kembali ditemukan dalam keadaan selamat pada Selasa (22/12) pukul 7.15 WITA.
“Korban ini ditemukan nelayan di sebuah keramba di tengah laut. Kelihatan kepalanya, masih sadar, dia sempat menaikkan tangannya,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Alamsyah, kepada BBC Indonesia.
Korban bernama Mukhlis itu, ditemukan di perairan Kolaka, Sulawesi Tenggara, dengan jarak 63 mil dari lokasi pencarian.

Sumber gambar, AFP
“Sekarang korban sudah dirawat di rumah sakit Kolaka,” tutur Alamsyah.
Sehingga sampai Selasa siang, terdapat 43 korban yang telah ditemukan, dengan tiga di antaranya meninggal dunia. Sementara 75 penumpang masih dinyatakan hilang.
“Hampir sepuluh jenazah mengapung”
Selain pencarian di laut, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, Basarnas, dan TNI-Polri, juga menyiapkan 783 personil SAR untuk bersiaga di darat.
Satu mobil tim penyelamat, Selasa pagi bahkan telah dikerahkan menuju Luwuk, Sulawesi Tengah.

Sumber gambar, AFP
Perjalanan darat selama empat jam itu ditempuh, karena Pemda Luwuk melaporkan bahwa warganya menemukan korban KM Marina di perairan mereka.
Alamsyah menyebut, “Jumlah (korban) melebihi tiga orang. Katanya hampir sepuluh orang ditemukan mengapung. Sudah tidak bernyawa. Menurut warga, korban sudah membengkak. Jadi kita perlu cek.”
Terkendala gelombang
Di samping pencarian melalui darat, pencarian di laut tetap digencarkan.
Tiga kapal, masing-masing milik Basarnas, KM Marina dan rekan pemilik KM Marina, bergantian membawa 126 anggota tim SAR yang menyisir sektor berbeda seluas empat kali empat mil di perairan Kolaka hingga mendekati Bansalae, Wajo, Sulawesi Selatan.

Sumber gambar, AFP
Namun, BPBD mengklaim cuaca kerap berubah drastis, tidak seperti yang diprakirakan.
“Misalnya kemarin, di posko cuaca sangat bersahabat, tetapi dari (laporan tim) yang ada di laut, gelombang lebih dari dua meter. Itu melebihi normal,” sebut Alamsyah.
Padahal menurutnya dengan “kapal kecil” yang digunakan tim SAR, gelombang diharapkan tidak melebihi ketinggian satu setengah meter “agar optimal”.
Korban berpelambung
Kapal Motor (KM) Marina - dengan kode panggilan YB 3298 - hilang kontak dengan syahbandar dalam perjalanan dari Pelabuhan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara menuju Pelabuhan Bansalae, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (19/12).

Sumber gambar, AFP
Kapal berkapasitas 185 orang dan mengangkut 120 penumpang dan kru tersebut, berangkat pukul 12.00 WITA dan diperkirakan tiba di Bansalae pukul 15.00 WITA tersebut.
<link type="page"><caption> Namun, menurut pengakuan salah satu korban, kapal dihantam gelombang setinggi “lima meter” pada pukul 14.30 WITA dan kemudian tenggelam.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151221_indonesia_update_kapaltenggelam" platform="highweb"/></link>
Menurut BPBD Kabupaten Wajo, KM Marina telah dilengkapi dengan pelampung.
“Karena seluruh korban yang ditemukan mengenakan pelampung,” kata Alamsyah.

Sumber gambar, AFP
Namun, belum bisa dipastikan apakah jumlah pelampung mencukupi atau seluruh penumpang sempat mengenakan pelampung sebelum kapal tenggelam.
“Karena ini sudah hari keempat. Kita tinggal menerima mukjizat saja. Kalau sudah tiga kali 24 jam itu, itu secara fisik, kalaupun korban ditemukan selamat, itu mungkin tinggal mukjizat dari Tuhan,” tutupnya.









