TNI akan selidiki penyebab kecelakaan pesawat di Yogyakarta

Sumber gambar, AFP
Mabes TNI akan menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat T50i Golden Eagle yang jatuh ketika terbang dalam acara Gebyar Dirgantara di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.
Komandan Lanud Adisucipto, Marsma TNI Imran Baidirus mengatakan investigasi perlu dilakukan untuk melakukan penyebab pasti kecelakaan.
"Sebelum terbang kondisi pesawat dan pilot sebelum terbang dalam kondisi baik," jelas Baidirus dalam keterangan pers di Yogyakarta.
Pesawat Jet T50 i Golden Eagle merupakan jenis pesawat jet latih tempur buatan Korea, yang tiba di Indonesia dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
"Pesawatnya masih baru dan kondisinya masih baik," kata Baidirus.
Pesawat Jet jenis Latih Tempur , terjatuh saat melakukan akrobatik dalam acara Gebyar Dirgantara Yogyakarta, Minggu (20/12). Setelah melakukan manuver di udara selama 15 menit, pesawat lalu terjatuh.
Dua pilot meninggal dalam kecelakaan tersebut yaitu Letkol Marda Sarjono berada di depan dan Kapten Dwi Cahyadi berada di belakang.
Pesawat menukik
Seorang saksi mata, Heri Budianto mengatakan kecelakaan terjadi ketika pesawat tengah melakukan atraksi, dan menukik tiba-tiba.
“Jadi pesawat kembali ke bandara dari arah Selatan dan sempat naik ke atas lagi, tetapi tiba-tiba menukik ke bawah dengan cepat, saya kira mau mendarat tetapi malah meledak,” jelas Heri.
Dia menyaksikan kejadian dari lantai tiga gedung kantornya yang berada sekitar 1 km dari Bandara Adi Sucipto.
TNI AU memiliki satu skuadron pesawat tempur jenis T-50i ini dari Korea Selatan sejak tiga tahun terakhir.










