Hasil lelang barang gratifikasi capai 80 juta

Gratifikasi

Sumber gambar, TIm Media Festival Anti Korupsi 2015

Keterangan gambar, Salah satu barang gratifikasi yang diserahkan ke KPK berupa berlian senilai RP 4 milliar, dan dipamerkan pada festival Anti Korupsi.

Sejumlah barang gratifikasi yang diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi KPK dilelang dalam Festival Anti Korupsi di Bandung, menghasilkan uang sebesar 80 juta rupiah.

Direktur Gratifikasi kedepeputian Bidang Pencegahan KPK, Giri Suprapdjono mengungkapkan dana yang terkumpul dari lelang itu sekitar 81 juta dari 87 item barang yang memang relatif bisa dijangkau oleh masyarakat. Ia menambahkan Direktorat Gratifikasi sudah mengembalikan uang ke negara hampir Rp 7 miliar di tahun 2015.

"Dan hanya Rp 80 juta dari yang ini saja," ujar dia.

Dalam setahun, tambah Giri, lelang bisa dilakukan lebih dari sekali namun untuk barang-barang yang harganya bisa dijangkau oleh masyarakat banyak.

"Barang-barang yang nilainya mahal lelangnya khusus, seperti berlian gak mungkin dilakukan seperti itu, harus dengan kolektor atau yang lainnya," ucap Giri.

Terdapat 199 lot barang gratifikasi yang dilelang dengan harga termurah mulai Rp 22.600 berupa buku berjudul "100 Jurus Bisnis Alim Markus" hingga Jam Omega Seamaster yang harganya mencapai Rp 59.732.400.

Kesadaran tinggi

Menurut Giri, kesadaran para pegawai negeri sudah cukup tinggi. Di 2015, pihaknya menerima pelaporan gratifikasi senilai Rp 30 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 7 miliaran dirampas oleh negara, salah satunya dilelang.

"Yang sekitar Rp 22 miliarnya kembali ke pelapor. Kebanyakan pelaporan terkait pernikahan orang. Sumbangan pernikahan yang di bawah satu juta dikembalikan," jelas Giri.

Lebih jauh Giri mengungkapkan, banyak pelapor yang gratifikasi dalam bentuk uang tunai. Jumlahnya ada yang Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

"Artinya kesadaran makin tinggi, yang dulu mungkin gak dilaporkan, sekarang dilaporkan. Bayangkan yah mereka menerima 500 juta, 700 juta, 1 miliar dan melaporkannya, itu patut diapresiasi," pungkasnnya.

Berdasarkan pantauan wartawan di Bandung Juli Krishna, barang termahal yang berhasil dilelang adalah sebuah koin emas seharga Rp 13.118.700. Logam mulia ini dilaporkan PT PLN sebagai barang gratifikasi dari mitra perusahaan PT PLN Persero.

Sejumlah warga Bandung antusias mengikuti proses lelang barang yang diserahkan para pejabat negara itu.

Seorang pengunjung pameran, Ganjar Fachrudin mengaku kaget melihat gratifikasi berlian yang nilanya fantastis. Namun, ia memuji langkah si pelapor yang berani menyerahkan paket perhiasan itu ke KPK.

"Kaget ternyata ada gratifikasi sebesar itu. Tapi bagus gratifikasinya dikembalikan untuk menyelamatkan uang negara," kata pemuda 24 tahun itu.

Cincin dan penghargaan untuk Sudirman Said

Dalam peringatan Hari Anti Korupsi di Bandung 10-11 Desember lalu, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said menerima Penghargaan Gratifikasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada peringatan Hari Antikorupsi Internasional (HAKI) 2015.

Anti Korupsi
Keterangan gambar, Pegiat Anti Korupsi menyambut hari Anti Korupsi pada 10 Desember lalu.

Menteri yang mencuat namanya karena polemik Freeport ini kembali menjadi perbincangan karena melaporkan barang gratifikasi yang nilaingnya fantastis,sekitar Rp 4 miliar.

Karena itulah, Sudirman mendapat penghargaan dengan kategori Peringkat Pertama Pegawai Negeri/Penyelenggara Negara Dengan Nilai Gratifikasi Terbesar Yang Ditetapkan Menjadi Milik Negara Tahun 2015.

Giri mengungkapkan, terdapat 818 butir berlian dalam kotak perhiasan yang diserahkan Sudirman. Salah satu berlian besarnya 5,5 karat yang nilainya lebih dari Rp 2 miliar.

"Kemungkinan bisa jadi total pelaporan itu lebih dari Rp 4 miliar, karena kita hanya menghitung nilai berliannya, belum menghitung nilai brand, bentuk dan lain-lain. Jadi memang menurut saya rekor, jadi perlu kita apresiasi," ujarnya di sela-sela acara HAKI 2015 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Jalan Taman Sari Bandung, Jumat 11 Desember 2015.

Berlian yang dilaporkan Sudirman Said, kata Giri, belum diputuskan apakah akan dilelang atau dipinjamkan ke museum. Namun pihaknya akan memutuskan mana yang paling bermanfaat bagi masyarakat.

"Pimpinan belum memutuskan apakah akan dilelang, dipinjam ke museum, atau diserahkan ke negara. Tapi saya pikir akan kita pertimbangkan, apa yang paling bermanfaat untuk bangsa ini. Kira-kira apakah dilelang, akan kita putuskan nanti," katanya.