Tim DVI sedang mengindentifikasi empat jenazah Trigana

Empat jenazah korban pesawat Trigana Air yang jatuh di Pegunungan Bintang Papua telah tiba di Bandara Sentani Jayapura. Kini sedang diidentifikasi oleh tim DVI di RS Bhayangkara, Jayapura.
Keterangan gambar, Empat jenazah korban pesawat Trigana Air yang jatuh di Pegunungan Bintang Papua telah tiba di Bandara Sentani Jayapura. Kini sedang diidentifikasi oleh tim DVI di RS Bhayangkara, Jayapura.

Empat jenazah korban pesawat Trigana Air ATR 42-300 twin-turboprop yang jatuh di Pegunungan Bintang Papua telah tiba di Bandara Sentani Jayapura dan sedang diidentifikasi oleh tim Disaster Victims Identification (DVI) di RS Bhayangkara, Jayapura, Rabu (19/08) sore.

Menurut wartawan di Papua, Angel Bertha Sinaga, empat jenazah itu telah tiba di Bandar udara Sentani, Jayapura, sekitar pukul 17.15 Waktu Indonesia Timur (WIT) setelah diterbangkan dari Bandar udara Oksibil.

"Empat jenazah itu telah diserahkan secara resmi oleh tim Basarnas kepada tim DVI Polda Papua," kata Bertha kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui sambungan telepon, Rabu (19/08) sore.

Mengutip keterangan Kapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw, keempat jenazah ini dievakuasi terlebih dahulu karena kondisinya "masih bagus", kata Bertha.

Empat jenazah ini merupakan bagian dari 16 jenazah yang berhasil dievakuasi oleh tim Basarna dari lokasi jatuhnya pesawat di pegunungan Bintang Papua dengan melalui jalur darat.

"Jadi di RS Oksibil masih ada 12 jenazah tersisa yang diharapkan dapat segera diterbangkan ke Jayapura. Tapi ini sangat tergantung kondisi cuaca. Mungkin besok pagi," kata Bertha, mengutip keterangan Kepala Basarnas Bambang Soelistyo.

Evakuasi melalui jalur darat

Namun demikian, Bambang Soelistyo telah memerintahkan tim Basarnas untuk kembali ke lokasi jatuhnya pesawat untuk mengumpulkan dan membawa 38 jenazah lainnya.

Evakuasi melalui jalur darat dilakukan karena cuaca buruk menyebabkan rencana evakuasi melalui jalur udara belum dapat dilakukan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Bertha, proses evakuasi jenazah dari lokasi kejadian ke wilayah yang bisa dilalui kendaraan memakan waktu sekitar empat jam.

"Dari lokasi yang disebut 'Kampung 3', jenazah itu kemudian dibawa dengan menggunakan truk menuju RS Oksibil yang memakan waktu sekitar dua jam," jelas Bertha.

Pesawat Trigana Air tipe ATR 42 mengangkut 44 orang dewasa, dua anak, tiga balita dan lima kru pesawat, antara lain Kapten Pilot Hasanudin.

Pesawat dengan rute Sentani-Oksibil itu hilang kontak pada Minggu siang (16/08).

Penyebab kecelakaan baruakan diketahui secara pasti melalui kotak hitamyang ditemukan pada Selasa (18/08).