Basarnas pastikan lokasi temuan serpihan pesawat Trigana

Sumber gambar, AP
Badan SAR Nasional telah memastikan lokasi temuan serpihan pesawat milik Trigana Air yang jatuh dalam penerbangan dari Jayapura menuju Oksibil di di Pegunungan Bintang Papua.
Hal itu dikemukakan Mayjen TNI Heronimus Guru, selaku Deputi Bidang Operasional Basarnas, dalam jumpa pers Senin (17/08).
"Kami telah mendapat foto serpihan pesawat yang diambil dari udara. Dan dari tiga kali penerbangan, kami bisa memastikan itu pesawat yang dicari," kata Heronimus.
Meski demikian, tim SAR gabungan belum bisa mencapai lokasi karena kabut telah turun. Heronimus mengatakan pasukan darat harus sampai ke lokasi untuk menyiapkan helipad sehingga memudahkan helikopter mendarat.
"Sudah tertutup (kabut), helikopter sudah tidak bisa masuk. Itu hutan ekstrem, sulit ditembus. Mereka pun kini bermalam di Oksibil. Besok kita lanjutkan sepagi mungkin, 06.30 WIT sudah bergerak. Namun, itu tergantung cuaca," ujarnya.
Kepulan asap
Sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional, Bambang Soelistyo, menyatakan pihaknya menyiapkan dua tim SAR darat gabungan setelah tim SAR yang menggunakan pesawat melihat serpihan dan kepulan asap yang diduga berasal dari pesawat Trigana Air tipe ATR 42.
“Lokasinya berada pada ketinggian 8.500 kaki di atas permukaan laut dan berada sekitar 50 kilometer dari Bandara Oksibil,” kata Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
Dua tim gabungan itu terdiri dari 50 anggota SAR, polisi, dan TNI. Di antara anggota tim, Kapolri Badrodin Haiti mengaku telah menyertakan tim forensik, DNA, dan DVI untuk bisa membantu mengidentifikasi korban.
Selain mengerahkan personel, tim SAR gabungan turut menerbangkan satu helikopter jenis Bell milik TNI Angkatan Darat, dua helikopter milik Angkatan Udara, satu pesawat Pilatus milik Susi Air, dan satu unit pesawat Caravan milik Asosiasi Misi Penerbangan (AMA).

Sumber gambar, Basarnas
Dalam keterangan yang dirilis melalui Twitter, Basarnas menyebutkan luas lokasi pencarian mencapai sekitar 1.879 mil.
Pesawat Trigana Air tipe ATR 42 mengangkut 44 orang dewasa, dua anak, tiga balita dan 5 kru pesawat., antara lain Kapten Pilot Hasanudin.
Pesawat dengan rute Sentani-Oksibil itu hilang kontak pada Minggu (16/08) siang.
Rute pesawat melewati wilayah pegunungan, Oksibil merupakan ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang Papua.









