Tim SAR akan menuju lokasi jatuhnya Trigana Air di Papua

Sumber gambar, EPA
Tim SAR berencana menuju lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air di Gunung Tangok, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, pada Senin (17/08), pukul 06.00 WIT.
Kepala Tim SAR Jayapura, Ludiyanto, mengatakan pencarian diutamakan melalui udara karena <link type="page"><caption> lokasi jatuhnya pesawat yang berada di kawasan pengunungan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150812_trigana_ditemukan" platform="highweb"/></link>.
"Kita akan melakukan pencarian dengan armada udara milik SAR, Trigana, TNI dengan heli dan juga (pesawat) Hercules untuk membawa logistik dan pasukan," jelas Ludiyanto kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari.
Ludiyanto mengatakan belum memastikan jumlah personil yang akan dilibatkan dalam pencarian pesawat Trigana Air yang jatuh dalam penerbangan dari Bandara Sentani, Jayapura, menuju Oksibil di Pengunungan Bintang Papua.
"Sudah ada sekitar 100 orang dari Angkatan Darat dan kepolisian yang mengerahkan tim Brimob di Oksibil, malam ini (Minggu malam). Kita masih menghitung tim yang akan turun," tambah Ludiyanto.

Sumber gambar, EPA
Dia mengatakan upaya pencarian melalui jalur darat masih akan dipertimbangan, karena lokasi tempat jatuhnya pesawat sangat sulit dijangkau dan berada di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut.
Sebelumnya, dalam keterangan pers di Kementerian Perhubungan Minggu malam (16/08), Dirjen Perhubungan Udara, Suprasetyo, mengatakan berdasarkan keterangan warga <link type="page"><caption> pesawat Trigana Air jatuh setelah menabrak gunung Tangok</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150812_trigana_ditemukan" platform="highweb"/></link> yang terletak di Kampung Tiga, Distrik Oktabe, Pegunungan Bintang.
Catatan keselamatan
Pesawat Trigana Air membawa 49 penumpang dan 5 kru dengan pilot Kapten Hasanudin.
Terakhir melakukan kontak dengan menara pengawas lalu lintas udara di Bandara Oksibil pada pukul 14.55. Pada pukul 15.00 menara pengawas berupaya mengontak pesawat tetapi tidak ada jawaban.
Menurut jadwal pesawat Trigana Air seharusnya tiba di Bandara Oksibil pada pukul 15.04 WIT.
Menurut Tim SAR Jayapura, kecelakaan pesawat beberapa kali terjadi di kawasan Pegunungan Bintang Papua.
Tahun lalu heli Superpuma milik TNI AU jatuh di Distrik Kiwirok dan pada 1992 lalu pesawat milik Trigana Air lain pernah mengalami kecelakaan di Mimika.

Menurut data Aviation Safety Network, pesawat milik maskapai Trigana Air mengalami 14 insiden serius sejak mulai beroperasi pada 1991 lalu, dengan 10 pesawat hilang.
Maskapai ini juga telah masuk daftar hitam Uni Eropa sejak 2007 lalu, bersama dengan tiga perusahaan penerbangan lain.









